<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Weblog &#187; Halal &amp; Haram</title>
	<atom:link href="http://berrez.wordpress.com/category/halal-haram/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berrez.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Mar 2008 12:36:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='berrez.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1e33c6e2149a18b0b818cdcba2b95ff4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Weblog &#187; Halal &amp; Haram</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Susu Sehat dan Halal</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/susu-sehat-dan-halal/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/susu-sehat-dan-halal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Halal & Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[
    Masyarakat kini sudah jarang mengkonsumsi susu dalam bentuk segar (fresh milk). Kebanyakan susu yang diminum adalah susu olahan, seperti susu pasteurisasi, susu bubuk atau susu kental manis. Dalam bentuk olahan tersebut susu sudah mengalami proses perjalanan yang cukup panjang. Proses pengolahan inilah yang memungkinkan masuknya unsur haram atau yang meragukan ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=36&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.jpg" title="imagep.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.thumbnail.jpg" alt="imagep.jpg" /><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:125%;font-family:Arial;"></span></a></p>
<p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.jpg" title="imagep.jpg"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:125%;font-family:Arial;">    <font color="#0000ff"><b>Masyarakat kini sudah jarang mengkonsumsi susu dalam bentuk segar (<i>fresh milk</i>). Kebanyakan susu yang diminum adalah susu olahan, seperti susu pasteurisasi, susu bubuk atau susu kental manis. Dalam bentuk olahan tersebut susu sudah mengalami proses perjalanan yang cukup panjang. <i>Proses pengolahan inilah yang memungkinkan masuknya unsur haram atau yang meragukan ke dalam produk tersebut. </i></b></font></span></a></p>
<p align="justify"><span id="more-36"></span>    <font color="#0000ff">Susu olahan yang beredar di pasaran saat ini kebanyakan adalah susu formula. Artinya susu tersebut sudah mengalami pencampuran dengan bahan-bahan lain sesuai dengan formula yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Maka dikenal adanya susu dengan kalsium tinggi untuk orang tua, susu dengan vitamin tertentu untuk pertumbuhan anak-anak, susu dengan lemak rendah untuk diet, dan seterusnya. Semua ditawarkan dengan keunggulan dan kegunaan masing-masing, lengkap dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda. Ada yang rasa cokelat, rasa stroberi, rasa vanila, dan sebagainya.<br />
Masyarakat sering dibuat bingung oleh banyaknya pilihan yang ditawarkan para produsen susu tersebut. Apalagi dengan iklan dan iming-iming yang katanya bisa membuat anak jadi cerdas, pintar dan berprestasi. Susu untuk manula (manusia usia lanjut) juga digambarkan dapat mencegah tulang keropos, anti penuaan dan menjaga badan tetap segar. Sementara beberapa vitamin tertentu dalam produk tersebut juga digambarkan dapat memacu pertumbuhan anak, meningkatkan pertumbuhan tulang dan gigi.<br />
Proporsional<br />
Dalam menanggapi gencarnya iklan dan promosi produk susu tersebut, konsumen sebaiknya bersikap proporsional. Bahwa susu memang mengandung zat-zat gizi yang berguna bagi manusia, hal itu sudah menjadi kemakluman bersama. Satu hal yang perlu diluruskan adalah bahwa segala sesuatu bekerja secara alamiah, tidak instan. Kalau anak Anda minum susu secara teratur, maka badan anak tersebut akan sehat dan kuat. Itupun jika dibarengi dengan makanan lainnya yang seimbang antar karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin dari berbagai sumber. Tetapi jika hanya minum susu ansih, maka mustahil hal itu bisa terwujud.<br />
Demikian juga ketika anak Anda sehat dan kuat, maka peluang untuk menjadi anak yang cerdas dan pintar akan terbuka lebar. Tetapi jika tidak dibarenhgi dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh, mustahil anak akan menjadi pintar. Sementara ini ada pandangan yang kurang tepat, ketika seorang anak kecil sudah diberi susu cukup bahkan berlebih, maka tugas orang tua sudah dianggap selesai. Sehingga mereka mau membeli produk tersebut meskipun harganya luar biasa mahal.<br />
Titik kritis<br />
Di samping menanggapi secara proporsional, susu juga perlu dilihat dari kacamata halal dan haram. Memang pada dasarnya susu sapi atau kambing adalah halal. Hampir tidak ada susu babi yang dipasarkan dan dikonsumsi manusia. Namun selama proses produksi, susu ternyata mengalami berbagai tahapan yang memungkinkan masuknya unsur-unsur ke dalam produk tersebut.<br />
Salah satu proses yang cukup kritis adalah pemisahan antara whey dan keju. Keju merupakan produk olahan susu yang bernilai ekonomi tinggi. Proses pemisahan keju ini melibatkan rennet yang bisa berasal dari lambung anak sapi, babi, atau produk mikrobial. Setelah keju dipisahkan, masih ada produk lain, yaitu whey. bahan ini masih mengandung laktosa tinggi, sehingga sering digunakan dalam produk-produk susu olahan atau susu formula. Meskipun hanya sebagai bahan penolong, namun penggunaan rennet yang tidak halal akan menyebabkan produk yang dihasilkannya tidak halal.<br />
Selain itu untuk produk susu tertentu dengan kegunaan khusus sering ditambahkan bahan-bahan aditif. Misalnya untuk susu bubuk instan, agar mudah larut ke dalam air maka ditambahkan bahan pengemulsi (emulsifier). Bahan pengemulsi ini juga bisa berasal dari bahan yang tidak halal, seperti monogliserida (dari lemak) ataupun lecitin (kadang-kadang juga ditambahkan enzim tertentu).<br />
Pada susu formula yang diperuntukkan bagi anak-anak biasanya ditambahkan berbagai vitamin, seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, vitamin D, dan vitamin E. Vitamin-vitamin tersebut biasanya kurang stabil selama proses pengolahan, sehingga perlu dilapisi atau dicoating. Bahan pelapis inilah yang bisa berasal dari gelatin, karagenan, gum atau pati termodifikasi. Gelatin bisa berasal dari tulang sapi atau babi.<br />
Masih mengenai vitamin, sumber bahan tersebut juga perlu dicermati, apakah berasal dari bahan hewani ataukah produk mikrobial. Saat ini vitamin yang diperdagangkan secara internasional memang kebanyakan dari produk mikrobial. Oleh karena itu perlu dikaji, apakah media yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba tersebut berasal dari bahan yang halal atau haram.<br />
Pada susu formula juga sering ditambahkan berbagai macam mineral tambahan, seperti kalsium, besi dan mineral esensial lainnya. Sumber mineral ini ada yang berasal dari batu-batuan, ada juga yang diekstrak dari bahan-bahan organik, seperti susu, tanaman dan produk hewani. Misalnya kalsium yang diekstrak dari tulang binatang, baik yang halal maupun haram.<br />
Dari berbagai kemungkinan masuknya unsur haram ke dalam susu olahan tersebut, maka sebaiknya konsumen muslim lebih berhati-hati. Apalagi dengan maraknya produk-produk impor yang belum semuanya mendapatkan sertifikat halal. Keunggulan dan kelebihan yang ditawarkan produsen melalui iklan yang gencar perlu dibarengi dengan kehati-hatian dalam memilih yang tepat dan benar-benar halal. halalmui.or.id<br />
Sumber: Republika</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=36&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/susu-sehat-dan-halal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imagep.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halal Haram Urusan Konsumen</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/halal-haram-urusan-konsumen/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/halal-haram-urusan-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Halal & Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Kendati kadar alkoholnya diperas sampai 0%, namanya bir, ya, tetap saja bir. Begitulah kesimpulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Bintang Zero. Padahal, oleh produsennyaâ€”PT Multi Bintang Indonesia Tbk.â€”minuman itu diklaim bebas alkohol. Namun, lantaran citra rasa dan aromanya masih berasa bir, pada pertengahan Maret lalu MUI menyatakan bir itu tetap haram bagi umat Islam. 

Lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=34&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/image0.jpg" title="image0.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/image0.thumbnail.jpg" alt="image0.jpg" /><b>Kendati kadar alkoholnya diperas sampai 0%, namanya bir, ya, tetap saja bir. Begitulah kesimpulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Bintang Zero. Padahal, oleh produsennyaâ€”PT Multi Bintang Indonesia Tbk.â€”minuman itu diklaim bebas alkohol. Namun, lantaran citra rasa dan aromanya masih berasa bir, pada pertengahan Maret lalu MUI menyatakan bir itu tetap haram bagi umat Islam. </b><br />
<span id="more-34"></span><br />
Lebih dari itu, minuman yang dikemas dalam kaleng dan botol bervolume 330 mililiter ini, selain tetap menggunakan nama produk bir, juga masih mengandung rasa khamar alias alkohol. Jadi, â€Pencantuman alkohol 0% itu sekadar upaya menciptakan opini agar produk tersebut terkesan halal,â€ ujar Ketua Komisi Fatwa MUI Maâ€™ruf Amin.</a></p>
<p><font color="#0000ff">Selain Bintang Zero, Green Sandsâ€”produk Multi Bintang lainnyaâ€”pun ikut dijatuhi vonis haram. Menurut Maâ€™ruf, hal itu disebabkan karena proses pembuatannya tidak benar. â€Dari bir yang mengandung alkohol kemudian diangkat kadar alkoholnya sampai 0% sekalipun, bagi MUI, itu tetap haram,â€ ujarnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Selain menjatuhkan vonis bagi Multi Bintang, pada saat yang sama, MUI juga mengumumkan ketidakjelasan kandungan produk makanan Hoka Hoka Bento dan roti keluaran Singapura, BreadTalk. Menurut Maâ€™ruf, MUI belum menyatakan pendapatnya karena sampai saat ini BreadTalk dan Hoka Hoka Bento tidak lagi meneruskan pengurusan izin menyangkut label halal ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik MUI (LPPOM-MUI). â€Kami hanya mengimbau kepada masyarakat bahwa kedua makanan itu dalam posisi yang tidak pasti halal atau haramnya,â€ tuturnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Maâ€™ruf lalu menyatakan MUI sendiri tak berani mengatakan kedua produk makanan dari seberang lautan itu sebagai syubhat (meragukan). Namun, menurutnya, secara tidak langsung, pengertian syubhat itu adalah haram. Padahal, bagi umat Islam, sesuatu yang meragukan halal dan haramnya suatu makanan itu dilarang untuk dikonsumsi. Itulah yang menyebabkan MUI begitu berhati-hati menentukan status Hoka Hoka Bento dan BreadTalk.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Kendati begitu, sebaiknya pihak Hoka Hoka Bento dan BreadTalk tak mengambil napas lega dulu. Sebab, kata Ketua LPPOM-MUI Aisyah Girindra, pihaknya masih menaruh curiga terhadap penolakan yang diajukan keduanya untuk memberikan bahan-bahan yang digunakan pada resep mereka. â€Mereka selalu bilang itu rahasia,â€ kata Aisyah.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Dasar dari LPPOM-MUI untuk meneliti produk makanan itu halal atau tidak memang bergantung pada resep makanan yang diproduksi dan proses pembuatannya. Itu meliputi bahan apa yang digunakan serta rempah-rempah seperti apa yang dicampurkan. â€Tanpa penelitian itu, bagaimana kami tahu bahwa produk makanan tersebut halal atau haram,â€ kata Aisyah sembari memberi jaminan soal kerahasiaan dari resep yang diminta LPPOM-MUI. â€Kami tidak memiliki kepentingan apa-apa selain pemeriksaan,â€ katanya menandaskan.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Pihak Multi Bintang sendiri menolak untuk berpolemik soal halal haramnya Bintang Zero. â€Itu bukan kewenangan kami,â€ demikian alasan Bobby H. Noya, Corporate Affair &amp; Communication Multi Bintang. Namun, ia mengemukakan hasil uji standardisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Departemen Kesehatan yang menunjukkan bahwa Bintang Zero dan Green Sands merupakan produk bebas alkohol. Ini diperkuat oleh hasil analisis Sucofindo serta Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor. Persis hasil penelitian Badan POM, analisis yang dilakukan kedua institusi itu, kata Bobby, â€Kedua produk tersebut dinyatakan benar-benar bebas alkohol.â€</font></p>
<p><font color="#0000ff"><b>TAK MAU BERPOLEMIK</b><br />
Bobby menyadari pihaknya tak punya jalan lain kecuali menghormati keputusan MUI. Maklum, bagaimanapun MUI masih dijadikan pedoman oleh umat Islam di Tanah Air dalam urusan penentuan halal haram. Alhasil, langkah terbaik yang bisa dilakukan Multi Bintang hanyalah menyerahkan sepenuhnya kepada konsumen. â€Kalau mau minum silakan, tidak pun tak apa-apa,â€ ujarnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Bobby yakin fatwa itu hanya berpengaruh bagi umat Islam. Artinya, pihaknya tak akan menarik produk tersebut dari pasaran. Apalagi fatwa MUI itu sendiri memang tak mempunyai sanksi hukum. Ia lantas memberi contoh, saat ini banyak restoran di Jakarta yang menjual masakan daging babi yang juga diharamkan bagi umat Islam untuk dimakan. Toh, kenyataannya tidak ada yang ditutup. â€Karena, memang, persoalan halal dan haram tersebut diserahkan kepada konsumen itu sendiri,â€ tuturnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Tak lupa Bobby mengutarakan, sejak awal Multi Bintang memang tidak mengajukan produknya ke LPPOM-MUI. Sebab, â€Sejak awal memproduksi kedua jenis minuman itu, kami tidak pernah menyatakan bahwa kedua minuman tersebut halal.â€ Namun, bagaimanapun juga produknya wajib tunduk kepada peraturan pemerintah. Yaitu, harus sesuai dengan standardisasi produk yang dikeluarkan Badan POM. â€Karena itu kami hanya menyebutkan bebas alkohol, tidak pernah menyebutkan halal,â€ ujarnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Sementara itu, Gita Herdi, Public Relation BreadTalk Indonesia, mengaku bahwa pernyataan MUI tak membawa dampak apa pun terhadap jumlah pengunjung gerai rotinya. Kendati begitu, ia menyatakan pihaknya masih berupaya mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM-MUI. â€Kami masih mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikat halal,â€ katanya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Gita membantah bila pihaknya dianggap tidak kooperatif ketika dimintai bahan-bahan sebagai alas pemeriksaan LPPOM-MUI. Menurutnya, semua bahan itu sudah diberikan kepada LPPOM-MUI, hanya proses administrasinya yang belum selesai, yaitu membuat format matriks-matriksnya yang diminta. â€Untuk menyusun matriks itu dibutuhkan waktu lama, karena resep roti itu banyak banget,â€ ungkapnya.<br />
Lain lagi sikap Hoka Hoka Bento. Ketika dihubungi TRUST, manajemen restoran makanan cepat saji asal Jepang itu ogah memberi penjelasan. â€Maaf kami tidak mau ngomong soal itu,â€ ujar Nani Purba, Public Relation Hoka Hoka Bento.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Majalah Trust/Konsumen/26/2005-28/03/05</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=34&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/halal-haram-urusan-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/image0.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image0.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haram Batas Halal</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/haram-batas-halal/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/haram-batas-halal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:18:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Halal & Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[    Yang namanya halal dan haram itu sebenarnya sudah jelas. Tapi hananging wal hanamun, di dunia kasunyatan definisi kedua hal tersebut bisa tumpang tindih, tumpang suk dan gaprukan sesuai kehendak napsu dan setan. Termasuk istilah haram batas halal ini. Sebetulnya mumetke, tapi dipake di segenap penjuru negeri, terutama bagi kalangan koruptor. Baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=32&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imageh.jpg" title="imageh.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imageh.thumbnail.jpg" alt="imageh.jpg" /></a><b><font color="#0000ff">    Yang namanya halal dan haram itu sebenarnya sudah jelas. Tapi <span style="font-style:italic;">hananging wal hanamun</span>, di dunia <span style="font-style:italic;">kasunyatan</span> definisi kedua hal tersebut bisa tumpang tindih, <span style="font-style:italic;">tumpang suk</span> dan <span style="font-style:italic;">gaprukan</span> sesuai kehendak napsu dan setan. Termasuk istilah haram batas halal ini. Sebetulnya <span style="font-style:italic;">mumetke</span>, tapi dipake di segenap penjuru negeri, terutama bagi kalangan koruptor. Baik kelas kakap maupun kelas <span style="font-style:italic;">ceremende.</span></font></b></p>
<p><span id="more-32"></span><font color="#0000ff">Apa tho Mangsudnya <span style="font-style:italic;text-decoration:underline;">haram batas halal itu</span>? Bagi sampeyan yang belum kesentuh istilah laknat ini memang mbikin kening berkerut. Tapi bagi yang sudah kenyang dengan harta kelas beginian, sampeyan yang belum tahu malah akan dicap sok suci dan tinggal nunggu tanggal mainnya ikut ngunthal harta macem ginian. Cuma masalah waktu saja, katanya.<span></span></font></p>
<p><font color="#0000ff">Jika ada <span style="font-style:italic;">kacung</span> disuruh potokopi oleh <span style="font-style:italic;">bos eselon satu</span>, potokopinya senilai <span style="font-style:italic;font-weight:bold;">tigabelas rebu mangatus ripis</span>, lalu kwitansinya senilai itu juga, maka itu kelas <span style="font-weight:bold;">HALAL</span> murni. Jika kwitansinya senilai <span style="font-style:italic;font-weight:bold;">tigapuluh rebu ripis</span>, maka ini sepakat haram, setan pun sepakat. Tapi jika nilai kwitansinya <span style="font-style:italic;font-weight:bold;">limabelas rebu ripis</span>, inilah yang disebut <span style="font-style:italic;">haram batas halal</span>. Karena cuma <span style="font-style:italic;">sewumangatus ripis,</span> itu batas kebolehan buat ngambil yang haram, sesuai kesepakatan nepsu, akal dan setan alas kobar. Kang Darmo Dimpil bilang, <span style="font-style:italic;color:#cc0000;">“Wajar lah ngambil segitu, kan gak gedhe-gedhe amat. Etung-etung buat jerih payah nyebrang jalan raya.”</span><br />
Dan kebanyakan dari kita mengamini <span style="font-style:italic;">cobrotannya</span> kang Darmo Dimpil tersebut.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Maka ketika pak bupati dapet proyek perbaikan jalan di wilayah yang <span style="font-style:italic;">dikangkanginya,</span><span style="font-style:italic;">nyiprat</span>i moncong di kiri kanan biar gak berkicau nyaring bak <span style="font-style:italic;">emprit dipakani kroto</span>. Paling gak 10% nya diciprat-cipratke buat pagar pengaman. Kalo bupatinya ngambil 50%, ini dianggap<br />
keterlaluan. Apalagi gak ada nyiprat-nyipratnya babar blas. Koruptor satelit disisi sang bupatipun sepakat, ini haram.</font> sang kontraktor jangan harap dapet dana 100% buat mbikin jalan tersebut. Jikalau sang Bupati ngambil 15% saja, maka itu dianggap batas halal dari yang haram. Kalo ngambil 30% akan dianggap masih dalam haram batas halal, tapi dengan resiko</p>
<p><font color="#0000ff">Herannya, tetep saja ada oknum manungso model begituan. Proyek jalan bernilai puluhan M, baru diliwati andong sudah <span style="font-style:italic;">semplak</span> aspalnya. Karena mutu aspalnya bener-bener ASPAL. Lha diemplok 50%, melewati ambang batas haram yang dibolehkan. Bayangkan jika sang Bupati ngambil 25% saja, jika nilai kontraknya 50 M maka bisa dibayangkan yang masuk kantong sang Bupati. Dan perlu diketahui, 25% itu masih di ambang haram batas halal. Ediyan tenan. Njaluk dislomot neroko jahanam tenan.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Makanya dimusim Pilkadal saat ini, banyak kadal yang mulai berhitung. Tarohlah buat menang butuh biaya dan biayakan 50 M, itu nilai yang kecil, dibandingkan dengan yang akan diperolehnya dalam jangka 5 tahun ke depan. Ada bupati yang pada tahun pertamanya sudah BEP. Tahun kedua mbangun 5 SPBU, tahun ketiga ekspansi bisnis, tahun keempat dan kelima persiapan kampanye. Bupati mana itu? Mang goleki dewe, paling-paling bupati <span style="font-style:italic;">Kadipaten Karang Tumaritis</span>.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Lha yang <span style="font-style:italic;">nglangut </span>tetep rakyat kecil. Mau makan nasi, harga beras naik. Mau nggoreng lawuh, minyak gorengnya ikutan naik. Mau minum, tarif PDAM naik juga. Hidup macem lomba panjat pinang. Cuma buat ngraih satu tujuan, kudu ngidak-ngidak konco, menjatuhkan yang lain, itupun pakek mlorot-mlorot dan dilorot. Kalo sudah dapet isine ra mbejaji. Sedangkan yang diraih, makin menjauh dan keliatan naik saja.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Mulailah dari diri kita. Sampeyan semua dan simbah juga. Berapapun yang bukan hak milik kita, haram hukumnya. Gak ada batas halalnya buat barang yang haram.</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=32&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/haram-batas-halal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imageh.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imageh.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>