<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Weblog &#187; Islam Gaul</title>
	<atom:link href="http://berrez.wordpress.com/category/islam-gaul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berrez.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Mar 2008 12:36:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='berrez.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1e33c6e2149a18b0b818cdcba2b95ff4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Weblog &#187; Islam Gaul</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Etika Gaul Dalam Islam</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/etika-gaul-dalam-islam/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/etika-gaul-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 11:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Gaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yg ma&#8217;ruf, serta berpalinglah dari orang2 bodoh&#8221;  QS Al A&#8217;raf 199
Bagian terpenting dlm bersahabat itu adalah: &#8220;terciptanya saling pengertian dan hubungan timbal balik yg harmonis.&#8221; Untuk itu Islam telah mengatur tatacara atau etika hubungan timbal balik dalam pergaulan tersebut dg beberapa prinsip, diantaranya sbb: 
   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=24&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.jpg" title="gen.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.thumbnail.jpg" alt="gen.jpg" /><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span></a></p>
<p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.jpg" title="gen.jpg"><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><b>&#8220;Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yg ma&#8217;ruf, serta berpalinglah dari orang2 bodoh&#8221;  QS Al A&#8217;raf 199</p>
<p>Bagian terpenting dlm bersahabat itu adalah: &#8220;terciptanya saling pengertian dan hubungan timbal balik yg harmonis.&#8221; Untuk itu Islam telah mengatur tatacara atau etika hubungan timbal balik dalam pergaulan tersebut dg beberapa prinsip, diantaranya sbb: </b><br />
</span><span id="more-24"></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></span>   </a></p>
<p class="MsoNormal"> <font color="#333300"><b><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">] Mengucapkan salam kala menemui saudara sesama muslim [</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda: "Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada 6...", di antaranya adalah; "...mengucapkan salam kepadanya apabila kamu menemui mereka."<br />
Ucapan salam secara Islami tersebut adalah mengucapkan kalimat salam "assalamu'alaikum" (keselamatan Allah atasmu). Dan bila memungkinkan diiringi dg bjabat tangan bagi sesama jenis dan kepada muhrimnya. Kepada yg tidak muhrim cukuplah dg isyarat saja.<br />
Jawaban salam adalah dengan kalimat/ucapn "wa'alaikumussalam" dan bila ingin disempurnakan, tambahkan dg ucapan/kalimat "warahmatullahi wabarakatuh."<br />
Salam secara Islami ini adalah do'a bagi orang yg ditemui untuk keselamatan, rahmat, keberkatan dan perlindungan dr Allah. Aturan pengucapannya adalah bagi siapa yg datang dan menemui seseorang ataupun orang lain, tanpa pandang umur dan kedudukan.<br />
Kalimat salam ini akan menambah akrab dan indahnya pertemuan dan pergaulan dg saudara atau teman.</p>
<p>] Bersikap ramah, sopan dan bermanis muka [</p>
<p>Rasulullah SAW bersaada: "Senyum yg kamu ungkapkan menyambut saudaramu, adalah merupakan shadaqah baginya."<br />
Senyum adalah rona wajah yg menarik dan simpatik, disukai siapa saja yg melihatnya. Sambutlah saudara atau teman dg sikap ramah, tersenyum dan hangat. Sikap ramah adalah keluarnya kalimat2 yg baik dan menyenangkan. Sedangkan sopan adalah menunjukkan bahasa fisik yg baik atau sikap tampilan yg menarik.<br />
Berbicaralah dg suara yg penuh kelembutan dan indah didengar, karena suara yg paling disukai itu adalah suara buruk, parau tak berirama seperti suara himar (keledai) sebagaimana firman Allah SWT "Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara himar (keledai)." Allah SWT juga berfirman: "Dan jika kamu bersikap kasar niscaya orang2 akan menghindar dari sekitarmu."<br />
Hindarkan sama sekali pertengkaran yg menyulut emosi dan kemarahan, karena pertengkaran akan membawa kegagalandan menghilangkan kekuatan (QS Al Anfal 46). Bertengkar dan berbantah2an itu tidak akan pernah mendekatkan seorang dengan orang lain. Dan jangan lupa bahwa etika bertegur sapa dlm adat ketimuran adalah yg muda menegur yg lebih tua, sekalipun tdk terlarang bila yg lebih tua menegur terlebih dahulu. Kebesaran jiwa seseorang dg menegur terlebih dahulu biasnya akan melunturkan kesombongan dan keangkuhan seseorang.</p>
<p>] Bertutur kata dengan penuh arti dan bijaksana (QS An Nahl 125) [</p>
<p>Bertutur dengan penuh kebijakan adalah suatu kemampuan untuk memilih kata2 yg tepat dan bermakna, tidak menyinggung perasaan, mempertimbangkan situasi dan kondisi yg tepat. Firman Allah: "Hendaklah kamu saling memberi nasihat dg baik dan kesabaran" (QS Al Ashr 3).<br />
Biasakan mengisi obrolan dg kata yg berguna dan bermanfaat, terutama untuk membangun wawasan ilmu agama.<br />
Hindari berbicara yg tdk baik, membicarakan aib orang lain dan hindarkan juga pembicaraan yg bersifat porno karena hal itu akan mengundang ikut campurnya syaithan dlm pergaulan. Dan kurangi tertawa terbahak2, sehingga membuat lupa diri dan melupakan yg prinsip, yaitu ingat kepada Allah. Dan jika pada suatu waktu kita tidak menyenangi org lain, jangan ungkapkan perasaan itu dg bahasa lidah maupun tubuh. Mengemas ucapan dan sikap yg baik, berarti kita sedang membuat satu suasana yg indah dlm pergaulan.</p>
<p>] Berkasih sayang dan Saling menyantuni [</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW: "Perumpamaan org2 yg briman dlm kasih mengasihi, sayang menyayangi dan santun menyantuni bagaikan satu tubuh yg apabila menderita satu anggota dr tubuh itu, ikut menderita pula keseluruhan tubuh."<br />
HR Muslim<br />
Dan sabda Rasul lainnya: "Org Mu'min terhadap org mu'min lainnya bagaikan suatu bangunan yg bagian2nya kuat mnguatkn."<br />
HR Bukhari<br />
Dan sabda Rasul lainnya: "Tiadalah sempurna iman ssorg dr kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri."<br />
HR Muslim<br />
Menumbuhkan rasa kasih sayang dlm diri ssorg thdp org lain, di awali dg mcoba mrasakn &amp;mbayangkn apa2 yg dirasakn &amp;diderita org lain dan bagaimana jika hal itu terjadi pula pada diri kita sendiri.<br />
Bila kita merasakan senang dan bahagia, maka orang lainpun pasti seperti itu. Dam bila kita merasakan kelaparan karena belum makan, bagaimana pula dengan orang lain yang belum makan atau tidak ada yang di makan sama sekali? Dan bila kita merasa sakit di perlakukan orang lain dengan kasar, maka mestinya kita mengerti pula bahwa orang lain merasa sakit bila kita sakiti. Bagaimana pilunya dan sedihnya seseorang tidak menapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua (yatim piatu) dan bayangkan atau rasakan pula bagaimana kalau diri kita pada satu saat tidak mendapatkan kasih sayamg karena orang tua kita sudah tiada. Demikian seterusnya.<br />
Rasulullah SAW sangat penyayang pada anak yatim dan orang miskin, karena beliau pernah merasakan kepiluan yatim dan miskin dalam dirinya. Beliau tak tega melihat orang menderita dan kelaparan, dari itu beliau rela memberikan apa yang ada pada dirinya untuk menyenangkan orang lain. Pendidikan kasih sayang dan santun menyantuni diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya kaum Muhajirin dan Anshar, sehingga Allah SWT dalam satu ayatnya dalam surah Al Hasyr ayat 9, menggambarkan hal demikian</p>
<p>] Utamakan memberi dan menyenangkan orang lain [</p>
<p>Rasulullah bersabda: "Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah". Artinya orang yang memberi lebih mulia dari orang yang menerima pemberian. Hadits ini sebagai pendorong bagi orang yang beriman agar suka memberi. Pemberian dalam bentuk apapun yang baik, adalah satu cara untuk menyenangkan dan menggembirakan orang lain. Etika Islam ini sekaligus untuk mendidik umatnya untuk mandiri dan tidak punya karakter memelas dan selalu mengharapkan belas kasihan orang lain.<br />
Sabda Rasulullah: "Sebaik-baik kamu adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain". Perhatikan sifat lebah madu yang diceritakan Hadits Rasulullah: "Orang beriman itu seperti lebah madu, apabila dia memakan sesuatu dia memakan yang baik, dan apabila mengeluarkan sesuatu dia mengeluarkan yang baik, dan apabila dia hinggap diranting dia tidak mematahkannya".<br />
Berbeda dengan seekor ulat, dimanapun dia menjalar, bekas kakinya membuat busuk daun-daun yang dilaluinya. Ciri-ciri orang baik adalah; apabila berada ditengah-tengah orang banyak dia disayangi dan dapat menggembirakan dan menyenangkan orang lain dan pada suatu kali dia tidak hadir, dia dirindukan orang banyak. Dan ciri-ciri orang yang tidak baik adalah bila dia hadir dalam satu majelis, orang merasa risau dan terganggu, dan bila dia tidak datang, orang merasa senang dan gembira.</p>
<p>] Pemaaf dan tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain [</p>
<p>Pemaaf adalah sikap yang mulia, sedangkan pendendam adalah sikap buruk dan tercela. Orang pemaaf hatinya menjadi lapang dan otaknya jadi bersih. ...</span></b></font></p>
<p><font color="#333300"><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><b>...Sedangkan orang pendendam hatinya menjadi sempit, dadanya menjadi sesak, otaknya sering menjadi kotor. Sikap pendendam itu disenangi syaithan, karena seluruh rencana buruknya akan mendapat peluang untuk dipenuhi. Dan jangan suka membesar-besarkan permasalahan dan kesalahan orang lain yang sebenarnyaa kecil.<br />
Karena bara api yang kecil bila ditiup angin akan menjadi kobaran api yang bisa melalap apa saja. Lihatlah orang lain apalagi saudara sendiri dengan cinta dan kasih sayang. Dengan kasih sayang dunia menjadi lapang, kehidupan menjadi bahagia. Terapkan dalam kehidupan cara berpikir positif dan melihat seseorang dengan khusnudzon (berbaik sangka).<br />
Melihat dan menilai seseorang hendaknya seperti melihat satu gelas yang berisiair. Lihatlah isinya dan jangan lihat yang kosongnya. Bila kita melihat yang kosonya sekalipun yang kosong hanyalah sebahagian kecil dari gelas itu, maka isi yang banyakpun menjadi tidak berarti. Tapi bila yang dilihat isinya, sekalipun isinya sedikit, pasti ada manfaatnya. (HR Muslim)</p>
<p>] Hilangkan sifat pemarah dan emosional [</p>
<p>Pemarah adalah sikap syaithaniyah. Karena marah itu adalah merupakan hembusan nafas syaithan kedalam diri seseorang. Bila sifat ini merasuk kedalam hati, maka seseorang akan bersikap kasar dan menjadi emosional, baik dalam menyikapi orang dengan kata-kata atau tindakan fisik. Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Orang-orang beriman itu bukanlah pencela, bukan pengutuk, bukan kasar ataupun keji perkataannya dan bukan pula pengecut&#8221;. (HR Ahmad).<br />
Memarahi seseorang artinya kita telah menanamkan satu titik hitam (kebencian) dihati orang yang dimarahi, dan berbekas untuk selamanya serta sulit untuk dilupakan. Emosional adalah gambaran dan luapan kemarahan yang tak terkendali. Orang yang emosi tersebut, ketika itu dadanya seperti dipukuli oleh dentuman jantungnya yang sangat kencang. Nafasnya menjadi sesak dan perasaannya menjadi galau dan gelisah. Obatnya tak lain adalah dengan bersabar atau menahan diri.<br />
Bersabar artinya adalag menformulasikan satu kekuatan diri untuk menahan gejolak yang datang dari dalam diri sendiri dengan tidak mengekspresikan dalam bentuk kata-kata, wajah ataupun kepalan tangan.</p>
<p>Wallahu a&#8217; lam..</b>    </span></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=24&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/etika-gaul-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gen.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaul Sehat with ISLAM</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/gaul-sehat-with-islam/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/gaul-sehat-with-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 12:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Gaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[
Istilah gaul dalam atmosfir kehidupan remaja. Bukan barang baru sebetulnya. Akrab malah. Ya, nggak man? Pokoke, ada istilah kaca mata gaul, anak gaul, pakaian gaul, bahasa gaul, malah ada juga ustadz gaul (kalo yang ini kira-kira apa yang membuatnya gaul, ya?). Pokoknya, serba gaul deh. Entah siapa yang memulai membikin istilah-istilah seperti itu, yang jelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=10&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images1.jpg" title="images1.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images1.thumbnail.jpg" alt="images1.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span><b>I</b><b>stilah gaul dalam atmosfir kehidupan remaja. Bukan barang baru sebetulnya. Akrab malah. Ya, nggak <i>man? </i>Pokoke, ada istilah kaca mata gaul, anak gaul, pakaian gaul, bahasa gaul, malah ada juga ustadz gaul (kalo yang ini kira-kira apa yang membuatnya gaul, ya?). Pokoknya, serba gaul deh. Entah siapa yang memulai membikin istilah-istilah seperti itu, yang jelas remaja macam kamu begitu <i>enjoy</i> dengan sebutan anak gaul alias anak yang nggak kuper bin norak. Tul, nggak?</b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span id="more-10"></span><br />
</font>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Hanya ada dua sebutan dalam pergaulan remaja, yang <i>out of date</i> dan <i>up to date</i> alias kuno (norak) dan keren. Ukuran kuno dan keren seringkali menjadi standar pergaulan. Misalnya, istilah kaca mata gaul, ini untuk meng­gambar­kan tentang kaca mata yang melenceng dari fungsi aslinya, yakni bukan sebagai alat bantu baca atau pelindung mata saat mela­kukan pekerjaan di laboratorium untuk meredam ra­diasi sinar ultra violet. Tapi sudah berubah fungsi untuk ngeceng. <i>Frame</i> alias bingkainya berwarna ngejreng. Warna hitam, hijau, biru, merah, ungu kerap melengkapi aksesoris kaca mata gaul itu. Pokoknya heboh deh. Kira-kira bisa kamu lihat kaca mata yang dipakai oleh gerombolan dr. pm misalkan atau anak-anak Ska lainnya<i>. </i>Nah, itulah yang disebut gaul dan keren alias <i>up to date </i>dalam standar pergaulan remaja sekarang. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Begitu pun dengan sebutan anak gaul. Gambarannya anak ini enak diajak ngobrol, selalu nyambung dengan objek bahasan dan kesannya nggak norak, ngertiin keinginan kita. Itulah anak gaul. Misalnya, kalau lagi ngomongin soal musik, pasti <i>gape</i>. Kenal grup musik Linkin Park, Korn, Ungu, Nidji, Peterpan dan sejenisnya. Banyak yang akran dan hapal dengan para personel grup band Samsons, T2, atau fasih menyanyikan lagunya Rosa terbaru karya Melly Goeslaw, <i>Ayat-ayat Cinta</i> yang menjadi OST film <i>Ayat-ayat Cinta</i>. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Anak gaul juga biasanya ‘ngebusa’ soal film. Tahu siapa aja yang ikutan main di <i>The</i> <i>Lord of the Rings</i>, ngefans berat sama tokoh-tokoh di film <i>Harry Potter</i>,<i> </i>kesengsem ama para pemainnya <i>Nagabonar 2</i> atau <i>Get Married</i>. Pokoknya gaul abis. Info yang berkaitan dengan musik, film, dan selebritisnya digeber lewat bacaan atau sering nongkrongin stasiun televisi tertentu. Ehm, sampe sebegitunya ya yang pengen disebut gaul? </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span> </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><b><span>“Gaul” </span></b><b><span style="font-family:Symbol;"><span>¹</span></span></b><b><span> Bebas Berbuat</span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Yup, memang begitu. Kalo kamu tahu soal perkembangan musik, sepakbola, film, mode, dan yang berhubungan dengan gaya hidup saat ini bukan berarti harus menjadi pelakunya dong. Sekadar tahu, memang nggak dilarang, kok. Malah seharusnya dijadikan sarana untuk mengetahui kerusakan dari budaya pop tersebut. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Cuma memang, bagi kamu yang masih polos kayak kaos oblong, jangan coba-coba untuk mengetahui lebih jauh. Bisa berabe. Jangan-jangan kamu malah latah ikut-ikutan gaul yang nggak benar. Firman Allah Swt.:</span></font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;line-height:140%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><font color="#0000ff"><b><span style="font-size:14pt;line-height:140%;font-family:'Traditional Arabic';">وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً</span></b><b><span dir="ltr" style="font-size:14pt;line-height:140%;"></span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><i><span>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.”</span></i><span> <b>(QS al-Isrâ’ [17]: 36)</b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Nah, ayat ini bisa dipahami kalau kita wajib tahu hukum Islam tentang hal tersebut sebelum melakukannya. <i>Because</i>, sebagai seorang muslim kita wajib terikat dengan aturan Islam. Misalnya, tahu tentang perkembangan dandanan alias mode, bukan berarti kemudian kita latah untuk mencobanya. Padahal mode tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti <i>swimsuit</i> alias pakaian renang dan <i>tang-top</i>, bagi kamu yang puteri dilarang memakainya di tempat-tempat umum atau di hadapan yang bukan mahromnya. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Allah Swt. berfirman: </span></font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;line-height:140%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><font color="#0000ff"><b><span style="font-size:14pt;line-height:140%;font-family:'Traditional Arabic';">وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ</span></b><b><span dir="ltr" style="font-size:14pt;line-height:140%;"></span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><i><span>“Katakanlah kepada wanita beriman. Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampak­kan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.”</span></i><span> <b>(QS an-Nûr [24]: 31).</b> Dalam lanjutan ayat tersebut, boleh menampakan ‘perhiasannya’ kepada mahromnya saja, seperti ayah, adik kandungnya dan seterusnya. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Tapi bagi kamu yang ingin tampil ‘ngetren’ dengan jilbabnya, misal warnanya cerah, modelnya nggak ngebosenin, pokoknya <i>matching</i> banget. Jadi, selain menutup aurat, kita juga bisa bergaya, asal tetap menjaga kesopanan dan etika Islam. Tambahan untuk yang pake jilbab, pastikan bahwa jilbabnya memenuhi standar yang ditetapkan Islam. Harus tebal, longgar, dan kainnya harus menyentuh tanah. Perlu kamu ketahui, yang namanya memakai jilbab bukan cuma keru­dungan doang. Karena jilbab adalah (semacam) jubah—baju luar. Berarti busana muslimah adalah kerudung plus jilbabnya, dong!</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Di lingkungan anak cowok suka ada acara ‘wajib’ gagah. Rasanya kurang <i>afdhol</i> kalau ternyata penampilannya bikin orang lain ‘keselek’. Atau postur tubuhnya kurang meyakinkan bagi jamaah cewek. Bodi yang keren kayak Ade Rai, dan wajah <i>cool </i><span> </span>kayak David Beckham, sangat didambakan anak cowok. Latihan angkat barbel <span> </span>(backsound: barbel? Barang belanjaan maksydnya? Hehehe&#8230;) atau nimba air di sumur bisa jadi acara ‘wajib’ membesarkan bodi en tampil macho.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Dan ngomong soal tampil macho ini, yang katanya bisa bikin <i>pede</i> dalam gaul, ternyata tetap saja terpaku kepada yang namanya mode. Mode-lah yang telah menciptakan tren. Mode-lah yang telah mengubah persepsi anak cowok dalam bergaul. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Padahal keliru besar kalau anggapan keren dan beken atau anak gaul itu hanya dilihat dari bentuk luarnya saja, belum tentu mewakili. Kenapa? Karena manusia sering tertipu dengan tampilan luar. Sering menyangka emas, padahal tem­baga, atau sebaliknya, mengganggap tem­baga, ternyata malah emas. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Di jaman Rasulullah, para sahabat juga banyak yang keren, malah dalam beberapa riwayat, Ali bin Abi Thalib termasuk orang yang kuat dan perkasa, terbukti ketika dalam suatu peperangan, beliau menggunakan pedangnya yang terkenal, Zulfikar—yang mempunyai mata pedang bercabang dua—mampu membelah tubuh musuh. Ini luar biasa, dengan ukuran pedang yang gede banget dan tentu saja tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkat dan mengayunkan pedang sebesar itu bukan main hebatnya. Tapi Ali r.a. tetap kalem dan nggak punya cita-cita untuk <i>show of force</i> alias pamer kekuatan di hadapan para sahabat lainnya. Sayidina Ali tetap <i>low profile</i>. Tapi ada juga sahabat penampilannya ‘biasa-biasa’ aja malah ada juga yang ‘nggak meyakinkan’ seperti Abdurrahman bin ‘Auf yang punya cacat pada kakinya. Tapi Rasulullah memuji keluhuran akhlak dan pengetahuan mereka.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Bagi jamaah cowok, tampil meyakinkan itu perlu. Tapi jangan sampai merasa wajib untuk tampil macho supaya bisa disebut anak gaul. Membina tubuh agar tetap <i>fit</i> setiap hari boleh-boleh saja, malah dalam beberapa kasus bisa jadi harus, untuk berjihad, misalnya. Nggak masalah. Hanya saja bodi macho bukan segala-galanya. Rasulullah bersabda: <i>“Bukanlah orang yang kuat itu adalah yang menang dalam bergulat, tetapi adalah orang yang dapat menahan nafsunya tatkala dia marah,” </i><b>(HR Muslim) </b><span>  </span></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Jadi, macho <i>or</i> modis bukan ukuran kepribadian, Brur. Soalnya, percuma saja kalo <i>performance</i> kamu keren, gaul, macho, modis tapi ternyata kelakuan kamu nggak jauh dari para preman. Yang tentu saja nggak punya kepribadian Islam. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Seseorang yang dikatakan punya kepribadian luhur tatkala mempunyai pola pikir dan pola sikap yang tinggi. Seseorang dikatakan punya kepribadian Islam, berarti dia punya pola pikir dan pola sikap yang islami. Detilnya, ia selalu berpikir secara Islam ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. Dan dilengkapi dengan sikap jiwa yang tentu saja selalu disandarkan kepada ajaran Islam. Jadi, percuma saja kamu tampil macho <i>or</i> modis, tapi ternyata kelakuan kamu nggak beda sama Sylvester Stallone, yang punya bodi kekar dan keren, tetapi suka melecehkan kaum Hawa. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Nah, sekali lagi, sekadar tahu saja agar bisa ngikutin perkembangan yang ada, nggak masalah. Tapi kalo sudah diaplikasikan dalam kehidupan itu ada aturannya tersendiri. Bila kemudian ternyata bertentangan dengan aturan Islam, maka terlarang bagi kita untuk melakukannya. Tapi bila hal itu bersifat universal, nggak masalah seperti yang telah dijelaskan tadi. Jadi<span>  </span>gaul bukan berarti bebas berbuat. Gitu, <i>Brur en Ses!</i></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span> </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;"><font color="#0000ff"><b><span>Masyarakat sakit</span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Oya, berbagai problem kehidupan ini adalah penyakit bagi masyarakat. Mengapa masyarakat sakit? Sebab masyarakat salah ‘asuhan’. Yang seharus diasuh oleh ajaran Islam, ini malah diasuh oleh ajaran dari Barat yang dipopulerkan oleh para selebriti lewat musik, film, iklan, dan sinetron. Semua membawa racun-racun bagi kehidupan. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Kalau zaman dulu Whitney Houston, Natalie Cole, Nikka Costa, Diana Ross, bener-bener ngejual suara, tapi kebanyakan vokalis <i>akhwat</i> eh cewek<b> </b>sekarang jadi jual bodi. Tengok saja sederatan biduan <i>fave</i> remaja macam Britney Spears, Christina Aguilera, Shakira, Pink, Kylie Minogue, J-Lo (Jennifer Lopez), <i>Destiny’s Child, Atomic Kitten</i> pada berlomba pamer aurat. Bahkan grup instrumentalia macam <i>Bond</i> aja merasa ‘wajib’ menunjukkan keseksian tubuhnya. Ya kebanyakan dari mereka adalah penganut aliran <i>moderat</i>, alias modal dengkul dan buka aurat. Amit-amit deh, meskipun imut-imut!</span></font></p>
<p class="Studia" style="line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span style="font-family:'Times New Roman';">Gaya hidup boros dan suka pamer juga diajarkan para seleb. Kamu pernah nonton acara <i>MTV Cribs</i>, tayangan televisi versi MTV yang isinya pamer kemewahan dan kegilaan para selebritis dari berbagai bidang hiburan dan olahraga? Yup, di sana ada cerita seleb yang ngoleksi mobil mewah sekelas BMW, Mercy, Porsche atau Jaguar sampe enam belas biji! <i>Suer</i> ini mobil betulan, bukan mobil-mobilan. Ada juga atlit basket NBA yang punya rumah kayak hotel dengan sembilan belas kamar. Belum lagi cincin berlian, kalung bertahtakan permata, dan sebagainya. Sepertinya seleb itu selalu berban­ding lurus dengan punya duit banyak, kendaraan oke punya, rumah pun mewah.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Kalo kamu tergoda? Waduh, sebetulnya jangan sampe tuh. Tapi sayangnya, kini kita melihat kasus-kasus remaja yang nggak jauh dari seks bebas, narkoba, kriminalitas, dan kasus lainnya. Pokoknya ngeri deh, karena kita udah bermesraan dengan ide <i>permisivisme</i> (serba boleh), <i>hedonisme</i> (pemujaan terhadap kenikmatan jasadi dan materi), <i>Ciloko tenan!</i></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Nah, kalo sakit begini siapa yang bisa menyembuhkan? Tentunya kita semua. Anggota masyarakat ini, termasuk kamu yang remaja. Kitalah ‘dokter’ yang akan menyembuhkan masyarakat. Lha, kita kan nggak ngeh apa yang bakal kita lakuin untuk menyembuhkan penyakit itu? Yup, makanya kudu belajar supaya ngerti. Betul?</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span style="font-family:Garamond;"> </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><b><span>Wajib “Gaul” dengan Islam</span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Sobat muda muslim, solusi dari salah gaul ini adalah <i>back to Islam</i>. Kita kudu gaul abis dengan Islam. Kita terhina, justru karena kita meninggalkan ajaran Islam. <i>So</i>, mari kita mulai mencintai Islam sepenuh hati biar gaul kita juga sehat.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Berlajar adalah salah satunya biar kita lebih kenal dengan Islam. Pokoknya kamu kudu tampil cerdas dan bertakwa deh. Kayaknya perlu dengerin nih nasihatnya Imam Syafi’i, <i>“Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).”</i></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Ayo, kita bisa buktiin bahwa kita bisa tampil beda. Sebagai remaja Islam, kita kudu bangga menyandang gelar umat terbaik. Iya dong, kan Allah udah nyebutin di al-Quran:</span></font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;line-height:140%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><font color="#0000ff"><b><span style="font-size:14pt;line-height:140%;font-family:'Traditional Arabic';">كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ</span></b><b><i><span dir="ltr" style="font-size:14pt;line-height:140%;"></span></i></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><i><span>“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang senantiasa menyeru kepada yang ma’ruf (yang sesuai dengan ketentuan syari’at Islam) dan mencegah kemungkaran (yang menyalahi dan bertentangan dengan syari’at Islam) dan beriman kepada Allah”.</span></i><span> <b>(QS Ali Imran [3]: 110)</b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Oke deh mulai sekarang jangan malas mengkaji Islam, supaya jadi remaja yang cerdas dan bertakwa. Kita kepengen banget lho jadi remaja oke. Mari kita n</span><span>iatkan bahwa belajar Islam itu untuk ibadah. Terus ilmu yang didapat kita diamalkan dalam kehidupan. Oya, kaji Islam jangan setengah-setengah. Udah gitu, kita tekadkan bahwa kita nggak betah hidup nyantai dan hura-hura. Hingga akhirnya kita menjadi remaja Islam yang kuat iman, kuat ilmu dan kuat takwanya. Kalo udah gini, insya Allah kamu nggak bakalan salah gaul lagi. Sebaliknya, gaulmu sehat bersama Islam.</span><span></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Jadi yang namanya anak gaul itu bukan berarti harus tampil <i>all out</i> dengan bebas kelewat batas. Lepas dari nilai-nilai Islam. Islam nggak pernah melarang umatnya untuk keren. Keren di sini maksudnya nggak ‘kumuh’. Bahkan Islam menganjur­kan umatnya supaya tampil rapih dan meyakin­kan. Karena itu bagian dari adab bergaul dengan masyarakat. Dengan kata lain, kita nggak boleh tampil kucel <i>en</i> dekil. </span></font></p>
<p class="MsoFooter" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Bila kamu <i>gape</i> bicara soal musik, film, bola, jangan sampe itu membuat kamu terobsesi untuk bisa tampil seperti para pelakunya. Malah kamu jangan cuma gaul dalam urusan-urusan tadi saja, tapi <u>wajib “gaul” juga soal hukum dan pemikiran Islam<span>  </span>secara lebih luas. </u>Caranya? Ya, ngaji dong, Non!</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:130%;" align="left"><span><font color="#0000ff">Tentu, harus dipahami bahwa dalam kondisi masyarakat yang amburadul seperti sekarang ini, kita harus selektif. Buat apa tampil “gaul” kalo harus mengorbankan akidah dan kepribadian Islam, iya nggak? Mendingan perdalam Islam supaya bisa selamat dunia dan akhirat. Meski tentu saja Islam tak pernah ‘alergi’ dengan yang namanya perkembangan jaman, tapi dengan catatan, hal itu sesuai dengan ajaran Islam. Jadi begitu Bro![</font></span><b><span>O. Solihin]<a href="#_ftn1" title="_ftnref1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"></span></span></span></a></span></b></p>
<p><!--[if !supportFootnotes]--><!--[endif]-->  <a href="#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;"> </span><i><span style="font-size:8pt;">Penulis buku-buku untuk remaja dan</span></i><i><span style="font-size:9pt;font-family:Garamond;"> Editor Buletin Remaja GAULISLAM. E-mail: sholihin@gmx.net</span></i></p>
<div>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><i><span style="font-size:9pt;font-family:Garamond;"></span></i><span></span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=10&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/gaul-sehat-with-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Sehatkah Gaul Kamu?</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/sudah-sehatkah-gaul-kamu/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/sudah-sehatkah-gaul-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 12:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Gaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[        Ngomongin lawan jenis dijamin udah jadi agenda harian remaja. Sampai sempet-sempetnya mikirin cowok. Padahal lagi ngobrolin shampo. Cewek mana sih yang nggak ada kata cowok dalam kamusnya. Yang cowok juga sama. Pokoknya nggak boleh ketinggalan kalo udah asyik gosipin gacoannya. Seolah lawan jenis selalu mangkal dalam kepala kita. Mengalir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=9&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">    <font color="#0000ff"><b>   </b></font><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagez.jpg" title="imagez.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagez.thumbnail.jpg" alt="imagez.jpg" /><font color="#0000ff"><b> Ngomongin lawan jenis dijamin udah jadi agenda harian remaja. Sampai sempet-sempetnya mikirin cowok. Padahal lagi ngobrolin shampo. Cewek mana sih yang nggak ada kata cowok dalam kamusnya. Yang cowok juga sama. Pokoknya nggak boleh ketinggalan kalo udah asyik gosipin gacoannya. Seolah lawan jenis selalu mangkal dalam kepala kita. Mengalir dalam darah kita. Dan menghembus dalam desah napas kita. Ini bener-bener <i>red alert </i>!</b></font> </a></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><span id="more-9"></span><br />
</font>
</p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Bener lho. Kita nggak boong. Pergaulan remaja kian hari kian menunjukkan sinyal-sinyal berbahaya. Di mana aja, kapan aja, cewek-cowok campur baur tak tekendali. Kagak ada remnya. Nyelonong trus kayak rem blong. Kalo mobil tabrakan masih mending penyoknya ke dalem. Coba kalo cewek �ditabrak&#8217; cowok, penyoknya kan ke luar. Apa nggak malu? Ini nih satu dari sekian banyak bahaya gaul bebas remaja seka-rang. Ini berarti tanda-tanda pergaulan remaja sekarang udah kagak sehat. Hati-hati lho! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Gaul bebas itu nggak sehat </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Cowok mana sih yang nggak punya temen cewek? Tarzan aja yang tiap hari gaul ama penghuni hutan seneng abis bisa nyohib ama Jane. Manusia emang kudu berinteraksi satu sama lain. Biar nggak ketinggalan informasi. Itu barang kali yang suka dijadiin alasan pen-tingnya jadi anak gaul. Dan belum bisa dibilang gaul kalo cuma berkecimpung di dunia sejenis. Cewek ama temen cewek atau cowok ama temen cowok. Tapi kudu ada kolaborasi antara pergaulan cewek-cowok. Emangnya musisi? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Gaul bebas emang udah jadi budaya remaja. Karena secara alamiah, remaja mulai mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, psikologis, dan sosial. Secara fisik, organ-organ tubuh termasuk organ reproduksi mulai mateng. Secara psikologis, remaja mulai mengurangi ketergantungannya dengan orang tua. Dan secara sosial, remaja mulai mengenal dunia luar. Gaul ama temen-temen sebaya maupun masyarakat luas. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Pada usia remaja juga rasa ketertarikan dengan lawan jenis lagi hangat-hangatnya. Virus �merah jambu&#8217; pun mulai menjangkiti. Dampaknya udah bisa kita lihat dengan mata kepala dan mata kaki sendiri. Pacaran yang diawali dari PDKT, kencan, dan bikin komitmen makin populer di kalangan remaja. Seolah ada aturan tak tertulis yang mengharuskan remaja punya pacar. Katanya pacaran bisa memupuk kedewasaan dalam emosi dan kepribadian. Hehehe�emangnya pohon mangga pake dipupuk segala? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, bukannya kita ngiri ngerecokin orang pacaran. Kagak. Kita cuma mau ngingetin sebagai sesama muslim. Pacaran yang identik dengan gaul bebas nggak akan pernah aman dari bidikan panah beracun berlumur nafsu yang dilontarkan setan. Pacaran hanya menjadi ajang baku syahwat. Karena unsur nafsu seksual kian mendominasi. Pegangan tangan, cipiki (cium pipi kiri)-cipika (cium pipi kanan) plus cibi (cium bibir) yang katanya jadi bumbu penyedap orang pacaran nggak tabu lagi dilakukan. Emang pas jadi bumbu-penyedap�.sebelum dipanggang di neraka! Iiih�! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Kita juga nggak asal ngomong kalo batas antara gaul bebas atau pacaran dengan seks bebas kian bias. Buktinya, sekitar 18-20 persen remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan seks bebas. �&#8217;Itu hasil penelitian yang pernah kami lakukan terhadap pelajar dan mahasiswa,&#8221; ujar dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, saat berbicara dalam acara �&#8217;Let&#8217;s Talk About Drugs &amp; Free Sex&#8221;, Minggu (1/6) di Gedung Dharma Wanita Jateng. ( <i>Suara Merdeka, 02/06/2003 </i>). </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Belum lagi berita menghebohkan ketika suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah. Yang lebih mengenaskan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan. Semua dilakukan atas dasar suka sama suka dan adanya kebutuhan. Selain itu, ada sebagian responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dan tidak bersifat komersil. ( <i>detik.com, 02/08/2002 </i>). Nggak sehat tuh!</font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Risiko gaul nggak sehat </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, banyak <i>side effect </i> akibat gaul bebas yang gak sehat itu. Ibaratnya kulit kita yang luka terus terinfeksi kuman. Udah suhu badan kita naik, basah ama keringet dingin, lukanya juga bisa korengan, terus ditongkrongin lalat ijo lagi. Iih�jijay deh. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sorry ya, bukannya kita mendramatisir keadaan. Tapi emang itu kenyataannya kok. Gaul bebas yang berujung seks bebas itu bisa berakibat pada Kehamilan yang Tidak Dikehendaki alias KTD. Udah gitu nggak sedikit yang depresi alias �sutris&#8217;. Malu ama keluarga, se-kolah, en temen. Atawa belum siap jadi nyokap. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Parah-nya, remaja yang keda-petan hamil di luar nikah suka ambil keputusan nekat. Apalagi pacarnya nggak mau tanggung jawab atau belum siap berumah tangga. Jadinya ada yang tega-teganya membuang bayi hasil �proyek&#8217; mereka. Bahkan nggak sedikit yang ambil keputusan mengaborsi janin yang tengah dikandungnya. Nggak salah kalo ada yang bilang mereka cuma pengen enaknya, tapi nggak mau anaknya. Ada juga lho nasib remaja putri yang kecemplung ke dunia PSK karena merasa udah nggak suci lagi. Parah banget khan? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Selain KTD, resiko gaul bebas juga bisa berupa menjangkitnya virus HIV/AIDS atau penyakit menular seksual. Karena bisa jadi maraknya seks bebas itu memancing remaja �parkir&#8217; di tempat-tempat lain yang nggak steril. Atau akibat penyalahgunaan narkoba. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><i>Base line survey </i>yang dilakukan oleh BKKBN LDFE UI (2000) memperlihatkan di Indonesia terjadi 2,4 juta kasus aborsi per tahun dan sekira 21% (700-800 ribu) dilakukan oleh remaja. Hal lain yang lebih menarik adalah sekira 11% dari seluruh kelahiran di Indonesia adalah usia remaja dan 43% wanita melahirkan anak pertama kurang dari 9 bulan sejak tanggal pernikahannya. Dilaporkan pula angka PMS di kalangan remaja sekira 4,18% serta 50% jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Barat adalah usia 15-29 tahun (KPAD Jawa Barat, Desember 2001). Angka pengguna narkoba oleh remaja berjumlah 2736 (BPS, 2000). ( <i>Pikiran Rakyat, 01/03/03 </i>) </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">� </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Salahnya media dan �alergi&#8217; ngaji </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Trend �Gaul Sakit&#8217; remaja memang nggak bisa dilepaskan dari media yang mempopulerkan budaya Barat. Tayangan <i>Katakan Cinta </i>, <i>Playboy Kabel </i>, atau <i>H2C </i>(Harap-harap Cemas), seakan mengatakan bahwa dunia pacaran nggak kalah pentingnya untuk dibahas dengan penangkapan para aktivis Islam baru-baru ini. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Tayangan yang mengandung unsur pornografi makin digenjot para produser tele-visi. Goyang erotis para penyanyi dangdut, info seksual dalam <i>Bantal </i>, <i>Kelambu </i>, <i>Angin malam </i>, atau <i>Desah </i> diputar dengan vulgar. Selain itu, VCD Porno, buku stensilan, dan internet yang menjadi pensuply info remaja seputar seks dengan berbas beredar di pasaran. Penelitian yang dilakukan Pusat Studi Hukum Universitas Islam Indonesia (PSH UII) baru-baru ini mengungkapkan, dari 202 responden remaja (15-25 tahun), sekitar 15% nya mengaku per-nah melakukan hubungan seks. Mereka me-ngaku sebelumnya terpengaruh oleh tayangan pornografi baik melalui internet, VCD, TV atau bacaan porno ( <i>Eramuslim.com, 09/09/2003 </i>). </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, untuk urusan seks, banyak temen kita yang berkiblat ke budaya Barat. Hasilnya, mereka pun terseret arus prinsip <i>permissiveness with affection </i>, yaitu asal ada perasaan saling suka, seks menjadi sesuatu yang benar untuk dilakukan. <i>Na&#8217;udzubill�hi min dzalik </i>! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Selain faktor media, pribadi remaja yang gaul bebas pun patut diperhatikan. Nggak sedi-kit dari teman kita yang nggak mau ambil pusing mikirin pergaulan mereka. Apalagi udah bawa-bawa Islam. Kagak deh. Mereka ngerasa alergi kalo harus nongkrong di tempat pengajian. Karena dalam benak mereka yang terpikir, ikut pengajian cuma bikin bete plus memasung gaya hidup remaja yang gaul <i>van </i>trendi. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Rasa malas untuk memperdalam Islam bikin pertahanan akidah remaja muslim mudah goyah. Gencarnya tayangan sinema remaja yang menjajakan pergaulan bebas mempreteli identitas keislaman sebagian dari kita. Sejak usia dini, remaja dipancing untuk mencicipi �racun&#8217; dalam gaul bebas. Ditambah masyarakat termasuk di dalamnya keluarga berdiam diri melihat putra-putrinya terlena dalam arena pergaulan bebas tanpa batas yang makin beringas. Walhasil, emang cuma ikut pengajian yang bisa menjaga plus menetralisir dampak buruk budaya Barat yang tengah membidik remaja muslim. Dor! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">� </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Gaul sehat? Ya, pake syariat! </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, kalo ngerasa gaul kamu kagak sehat, nggak usah repot-repot nyari puskesmas untuk berobat. Apalagi pake nyari klinik yang buka 24 jam, dokter spesialis, atau posyandu biar gratisan. Untuk berobat plus dapetin vaksinasi buat pergaulan kita, cukup kita ayunkan langkah ke tempat-tempat pengajian. Mudah kan? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Di tempat pengajian kita bakal dapetin wawasan gimana Islam mengatur pergaulan manusia. Secara prinsip, kehidupan Islam memang memisahkan antara pria dan wanita. Biar nggak saru ama gaulnya hewan yang bebas tanpa aturan. Tapi, Islam juga memperbolehkan adanya hubungan antar lawan jenis jika hal itu mengharuskan keduanya untuk berinteraksi. Seperti dalam aktivitas jual beli, perburuhan, kedokteran, paramedis, pertanian, industri, dan sejenisnya. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Untuk urusan gaul bebas remaja, dari awal Islam udah ngatur biar nggak kebablasan. Di antaranya larangan untuk berkhalwat alias berdua-duaan dengan lawan jenis. Seperti orang pacaran, bawaannya pengen mojok mulu. Padahal setan nggak pernah absen buat godain orang yang lagi berkhalwat. Nggak salah kan kalo aktivitas pacaran itu merupakan pintu menuju zina. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Islam juga memerintahkan kepada muslim dan muslimah untuk menundukkan pandangan-nya. Biar kita bisa jaga mata dan hati kita dari bisikan setan. Kewajiban muslimah untuk menutup aurat secara sempurna di tempat umum akan menjaga kecsucian mereka. Plus nggak akan memancing desir adrenalin dari lawan jenisnya. Oya, negara pun akan melarang peredaran informasi atau acara televisi yang berorientasi seksual dalam memandang hubungan antar manusia. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Nah, buat kamu-kamu yang udah nggak tahan menahan nafsu dan takut terjerumus ke perzinahan, segeralah menikah. Seperti sabda Rasulullah saw: <i> �Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barang siapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung.� </i><b>(HR. Bukhari) </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Tapi ya, kalo dirasa kamu belum memiliki kemampuan untuk menikah, maka isilah hari-harimu dengan belajar. Terutama memperdalam Islam.Lagian, dengan belajar dan fokus kepada kegiatan lain, kita jadi terpalingkan dari pikiran yang menjurus ke �situ&#8217; mulu. Oya, belajar juga bisa bikin kita punya benteng dalam menghadapi gempuran budaya Barat. Nggak percaya? Silakan dicoba. Pasti deh ketagihan en keranjingan untuk mengkaji Islam. Sebab, kalo udah tahu biasanya pengen terus tahu. Pokoknya, nggak bisa dihentikan deh. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Oya, jangan lupakan juga kewajiban kita belajar di sekolah atau mengasah keterampilan untuk bekal kerja. Sekaligus dengan segera menyehatkan pergaulan kita pake aturan Islam. Biar sehat en nggak terkontaminasi maksiat. Lagian kan kalo kita suka sama lawan jenis tak berarti kudu gaul bebas, Betul? </font><b><font color="#0000ff">[hafidz]</font> </b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=9&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/sudah-sehatkah-gaul-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagez.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imagez.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>