<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Weblog</title>
	<atom:link href="http://berrez.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berrez.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Mar 2008 12:36:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='berrez.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1e33c6e2149a18b0b818cdcba2b95ff4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Weblog</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Susu Sehat dan Halal</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/susu-sehat-dan-halal/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/susu-sehat-dan-halal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Halal & Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[
    Masyarakat kini sudah jarang mengkonsumsi susu dalam bentuk segar (fresh milk). Kebanyakan susu yang diminum adalah susu olahan, seperti susu pasteurisasi, susu bubuk atau susu kental manis. Dalam bentuk olahan tersebut susu sudah mengalami proses perjalanan yang cukup panjang. Proses pengolahan inilah yang memungkinkan masuknya unsur haram atau yang meragukan ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=36&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.jpg" title="imagep.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.thumbnail.jpg" alt="imagep.jpg" /><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:125%;font-family:Arial;"></span></a></p>
<p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.jpg" title="imagep.jpg"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:125%;font-family:Arial;">    <font color="#0000ff"><b>Masyarakat kini sudah jarang mengkonsumsi susu dalam bentuk segar (<i>fresh milk</i>). Kebanyakan susu yang diminum adalah susu olahan, seperti susu pasteurisasi, susu bubuk atau susu kental manis. Dalam bentuk olahan tersebut susu sudah mengalami proses perjalanan yang cukup panjang. <i>Proses pengolahan inilah yang memungkinkan masuknya unsur haram atau yang meragukan ke dalam produk tersebut. </i></b></font></span></a></p>
<p align="justify"><span id="more-36"></span>    <font color="#0000ff">Susu olahan yang beredar di pasaran saat ini kebanyakan adalah susu formula. Artinya susu tersebut sudah mengalami pencampuran dengan bahan-bahan lain sesuai dengan formula yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Maka dikenal adanya susu dengan kalsium tinggi untuk orang tua, susu dengan vitamin tertentu untuk pertumbuhan anak-anak, susu dengan lemak rendah untuk diet, dan seterusnya. Semua ditawarkan dengan keunggulan dan kegunaan masing-masing, lengkap dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda. Ada yang rasa cokelat, rasa stroberi, rasa vanila, dan sebagainya.<br />
Masyarakat sering dibuat bingung oleh banyaknya pilihan yang ditawarkan para produsen susu tersebut. Apalagi dengan iklan dan iming-iming yang katanya bisa membuat anak jadi cerdas, pintar dan berprestasi. Susu untuk manula (manusia usia lanjut) juga digambarkan dapat mencegah tulang keropos, anti penuaan dan menjaga badan tetap segar. Sementara beberapa vitamin tertentu dalam produk tersebut juga digambarkan dapat memacu pertumbuhan anak, meningkatkan pertumbuhan tulang dan gigi.<br />
Proporsional<br />
Dalam menanggapi gencarnya iklan dan promosi produk susu tersebut, konsumen sebaiknya bersikap proporsional. Bahwa susu memang mengandung zat-zat gizi yang berguna bagi manusia, hal itu sudah menjadi kemakluman bersama. Satu hal yang perlu diluruskan adalah bahwa segala sesuatu bekerja secara alamiah, tidak instan. Kalau anak Anda minum susu secara teratur, maka badan anak tersebut akan sehat dan kuat. Itupun jika dibarengi dengan makanan lainnya yang seimbang antar karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin dari berbagai sumber. Tetapi jika hanya minum susu ansih, maka mustahil hal itu bisa terwujud.<br />
Demikian juga ketika anak Anda sehat dan kuat, maka peluang untuk menjadi anak yang cerdas dan pintar akan terbuka lebar. Tetapi jika tidak dibarenhgi dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh, mustahil anak akan menjadi pintar. Sementara ini ada pandangan yang kurang tepat, ketika seorang anak kecil sudah diberi susu cukup bahkan berlebih, maka tugas orang tua sudah dianggap selesai. Sehingga mereka mau membeli produk tersebut meskipun harganya luar biasa mahal.<br />
Titik kritis<br />
Di samping menanggapi secara proporsional, susu juga perlu dilihat dari kacamata halal dan haram. Memang pada dasarnya susu sapi atau kambing adalah halal. Hampir tidak ada susu babi yang dipasarkan dan dikonsumsi manusia. Namun selama proses produksi, susu ternyata mengalami berbagai tahapan yang memungkinkan masuknya unsur-unsur ke dalam produk tersebut.<br />
Salah satu proses yang cukup kritis adalah pemisahan antara whey dan keju. Keju merupakan produk olahan susu yang bernilai ekonomi tinggi. Proses pemisahan keju ini melibatkan rennet yang bisa berasal dari lambung anak sapi, babi, atau produk mikrobial. Setelah keju dipisahkan, masih ada produk lain, yaitu whey. bahan ini masih mengandung laktosa tinggi, sehingga sering digunakan dalam produk-produk susu olahan atau susu formula. Meskipun hanya sebagai bahan penolong, namun penggunaan rennet yang tidak halal akan menyebabkan produk yang dihasilkannya tidak halal.<br />
Selain itu untuk produk susu tertentu dengan kegunaan khusus sering ditambahkan bahan-bahan aditif. Misalnya untuk susu bubuk instan, agar mudah larut ke dalam air maka ditambahkan bahan pengemulsi (emulsifier). Bahan pengemulsi ini juga bisa berasal dari bahan yang tidak halal, seperti monogliserida (dari lemak) ataupun lecitin (kadang-kadang juga ditambahkan enzim tertentu).<br />
Pada susu formula yang diperuntukkan bagi anak-anak biasanya ditambahkan berbagai vitamin, seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, vitamin D, dan vitamin E. Vitamin-vitamin tersebut biasanya kurang stabil selama proses pengolahan, sehingga perlu dilapisi atau dicoating. Bahan pelapis inilah yang bisa berasal dari gelatin, karagenan, gum atau pati termodifikasi. Gelatin bisa berasal dari tulang sapi atau babi.<br />
Masih mengenai vitamin, sumber bahan tersebut juga perlu dicermati, apakah berasal dari bahan hewani ataukah produk mikrobial. Saat ini vitamin yang diperdagangkan secara internasional memang kebanyakan dari produk mikrobial. Oleh karena itu perlu dikaji, apakah media yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba tersebut berasal dari bahan yang halal atau haram.<br />
Pada susu formula juga sering ditambahkan berbagai macam mineral tambahan, seperti kalsium, besi dan mineral esensial lainnya. Sumber mineral ini ada yang berasal dari batu-batuan, ada juga yang diekstrak dari bahan-bahan organik, seperti susu, tanaman dan produk hewani. Misalnya kalsium yang diekstrak dari tulang binatang, baik yang halal maupun haram.<br />
Dari berbagai kemungkinan masuknya unsur haram ke dalam susu olahan tersebut, maka sebaiknya konsumen muslim lebih berhati-hati. Apalagi dengan maraknya produk-produk impor yang belum semuanya mendapatkan sertifikat halal. Keunggulan dan kelebihan yang ditawarkan produsen melalui iklan yang gencar perlu dibarengi dengan kehati-hatian dalam memilih yang tepat dan benar-benar halal. halalmui.or.id<br />
Sumber: Republika</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=36&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/susu-sehat-dan-halal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagep.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imagep.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halal Haram Urusan Konsumen</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/halal-haram-urusan-konsumen/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/halal-haram-urusan-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Halal & Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Kendati kadar alkoholnya diperas sampai 0%, namanya bir, ya, tetap saja bir. Begitulah kesimpulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Bintang Zero. Padahal, oleh produsennyaâ€”PT Multi Bintang Indonesia Tbk.â€”minuman itu diklaim bebas alkohol. Namun, lantaran citra rasa dan aromanya masih berasa bir, pada pertengahan Maret lalu MUI menyatakan bir itu tetap haram bagi umat Islam. 

Lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=34&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/image0.jpg" title="image0.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/image0.thumbnail.jpg" alt="image0.jpg" /><b>Kendati kadar alkoholnya diperas sampai 0%, namanya bir, ya, tetap saja bir. Begitulah kesimpulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Bintang Zero. Padahal, oleh produsennyaâ€”PT Multi Bintang Indonesia Tbk.â€”minuman itu diklaim bebas alkohol. Namun, lantaran citra rasa dan aromanya masih berasa bir, pada pertengahan Maret lalu MUI menyatakan bir itu tetap haram bagi umat Islam. </b><br />
<span id="more-34"></span><br />
Lebih dari itu, minuman yang dikemas dalam kaleng dan botol bervolume 330 mililiter ini, selain tetap menggunakan nama produk bir, juga masih mengandung rasa khamar alias alkohol. Jadi, â€Pencantuman alkohol 0% itu sekadar upaya menciptakan opini agar produk tersebut terkesan halal,â€ ujar Ketua Komisi Fatwa MUI Maâ€™ruf Amin.</a></p>
<p><font color="#0000ff">Selain Bintang Zero, Green Sandsâ€”produk Multi Bintang lainnyaâ€”pun ikut dijatuhi vonis haram. Menurut Maâ€™ruf, hal itu disebabkan karena proses pembuatannya tidak benar. â€Dari bir yang mengandung alkohol kemudian diangkat kadar alkoholnya sampai 0% sekalipun, bagi MUI, itu tetap haram,â€ ujarnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Selain menjatuhkan vonis bagi Multi Bintang, pada saat yang sama, MUI juga mengumumkan ketidakjelasan kandungan produk makanan Hoka Hoka Bento dan roti keluaran Singapura, BreadTalk. Menurut Maâ€™ruf, MUI belum menyatakan pendapatnya karena sampai saat ini BreadTalk dan Hoka Hoka Bento tidak lagi meneruskan pengurusan izin menyangkut label halal ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik MUI (LPPOM-MUI). â€Kami hanya mengimbau kepada masyarakat bahwa kedua makanan itu dalam posisi yang tidak pasti halal atau haramnya,â€ tuturnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Maâ€™ruf lalu menyatakan MUI sendiri tak berani mengatakan kedua produk makanan dari seberang lautan itu sebagai syubhat (meragukan). Namun, menurutnya, secara tidak langsung, pengertian syubhat itu adalah haram. Padahal, bagi umat Islam, sesuatu yang meragukan halal dan haramnya suatu makanan itu dilarang untuk dikonsumsi. Itulah yang menyebabkan MUI begitu berhati-hati menentukan status Hoka Hoka Bento dan BreadTalk.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Kendati begitu, sebaiknya pihak Hoka Hoka Bento dan BreadTalk tak mengambil napas lega dulu. Sebab, kata Ketua LPPOM-MUI Aisyah Girindra, pihaknya masih menaruh curiga terhadap penolakan yang diajukan keduanya untuk memberikan bahan-bahan yang digunakan pada resep mereka. â€Mereka selalu bilang itu rahasia,â€ kata Aisyah.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Dasar dari LPPOM-MUI untuk meneliti produk makanan itu halal atau tidak memang bergantung pada resep makanan yang diproduksi dan proses pembuatannya. Itu meliputi bahan apa yang digunakan serta rempah-rempah seperti apa yang dicampurkan. â€Tanpa penelitian itu, bagaimana kami tahu bahwa produk makanan tersebut halal atau haram,â€ kata Aisyah sembari memberi jaminan soal kerahasiaan dari resep yang diminta LPPOM-MUI. â€Kami tidak memiliki kepentingan apa-apa selain pemeriksaan,â€ katanya menandaskan.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Pihak Multi Bintang sendiri menolak untuk berpolemik soal halal haramnya Bintang Zero. â€Itu bukan kewenangan kami,â€ demikian alasan Bobby H. Noya, Corporate Affair &amp; Communication Multi Bintang. Namun, ia mengemukakan hasil uji standardisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Departemen Kesehatan yang menunjukkan bahwa Bintang Zero dan Green Sands merupakan produk bebas alkohol. Ini diperkuat oleh hasil analisis Sucofindo serta Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor. Persis hasil penelitian Badan POM, analisis yang dilakukan kedua institusi itu, kata Bobby, â€Kedua produk tersebut dinyatakan benar-benar bebas alkohol.â€</font></p>
<p><font color="#0000ff"><b>TAK MAU BERPOLEMIK</b><br />
Bobby menyadari pihaknya tak punya jalan lain kecuali menghormati keputusan MUI. Maklum, bagaimanapun MUI masih dijadikan pedoman oleh umat Islam di Tanah Air dalam urusan penentuan halal haram. Alhasil, langkah terbaik yang bisa dilakukan Multi Bintang hanyalah menyerahkan sepenuhnya kepada konsumen. â€Kalau mau minum silakan, tidak pun tak apa-apa,â€ ujarnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Bobby yakin fatwa itu hanya berpengaruh bagi umat Islam. Artinya, pihaknya tak akan menarik produk tersebut dari pasaran. Apalagi fatwa MUI itu sendiri memang tak mempunyai sanksi hukum. Ia lantas memberi contoh, saat ini banyak restoran di Jakarta yang menjual masakan daging babi yang juga diharamkan bagi umat Islam untuk dimakan. Toh, kenyataannya tidak ada yang ditutup. â€Karena, memang, persoalan halal dan haram tersebut diserahkan kepada konsumen itu sendiri,â€ tuturnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Tak lupa Bobby mengutarakan, sejak awal Multi Bintang memang tidak mengajukan produknya ke LPPOM-MUI. Sebab, â€Sejak awal memproduksi kedua jenis minuman itu, kami tidak pernah menyatakan bahwa kedua minuman tersebut halal.â€ Namun, bagaimanapun juga produknya wajib tunduk kepada peraturan pemerintah. Yaitu, harus sesuai dengan standardisasi produk yang dikeluarkan Badan POM. â€Karena itu kami hanya menyebutkan bebas alkohol, tidak pernah menyebutkan halal,â€ ujarnya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Sementara itu, Gita Herdi, Public Relation BreadTalk Indonesia, mengaku bahwa pernyataan MUI tak membawa dampak apa pun terhadap jumlah pengunjung gerai rotinya. Kendati begitu, ia menyatakan pihaknya masih berupaya mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM-MUI. â€Kami masih mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikat halal,â€ katanya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Gita membantah bila pihaknya dianggap tidak kooperatif ketika dimintai bahan-bahan sebagai alas pemeriksaan LPPOM-MUI. Menurutnya, semua bahan itu sudah diberikan kepada LPPOM-MUI, hanya proses administrasinya yang belum selesai, yaitu membuat format matriks-matriksnya yang diminta. â€Untuk menyusun matriks itu dibutuhkan waktu lama, karena resep roti itu banyak banget,â€ ungkapnya.<br />
Lain lagi sikap Hoka Hoka Bento. Ketika dihubungi TRUST, manajemen restoran makanan cepat saji asal Jepang itu ogah memberi penjelasan. â€Maaf kami tidak mau ngomong soal itu,â€ ujar Nani Purba, Public Relation Hoka Hoka Bento.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Majalah Trust/Konsumen/26/2005-28/03/05</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=34&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/halal-haram-urusan-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/image0.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image0.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haram Batas Halal</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/haram-batas-halal/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/haram-batas-halal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:18:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Halal & Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[    Yang namanya halal dan haram itu sebenarnya sudah jelas. Tapi hananging wal hanamun, di dunia kasunyatan definisi kedua hal tersebut bisa tumpang tindih, tumpang suk dan gaprukan sesuai kehendak napsu dan setan. Termasuk istilah haram batas halal ini. Sebetulnya mumetke, tapi dipake di segenap penjuru negeri, terutama bagi kalangan koruptor. Baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=32&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imageh.jpg" title="imageh.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imageh.thumbnail.jpg" alt="imageh.jpg" /></a><b><font color="#0000ff">    Yang namanya halal dan haram itu sebenarnya sudah jelas. Tapi <span style="font-style:italic;">hananging wal hanamun</span>, di dunia <span style="font-style:italic;">kasunyatan</span> definisi kedua hal tersebut bisa tumpang tindih, <span style="font-style:italic;">tumpang suk</span> dan <span style="font-style:italic;">gaprukan</span> sesuai kehendak napsu dan setan. Termasuk istilah haram batas halal ini. Sebetulnya <span style="font-style:italic;">mumetke</span>, tapi dipake di segenap penjuru negeri, terutama bagi kalangan koruptor. Baik kelas kakap maupun kelas <span style="font-style:italic;">ceremende.</span></font></b></p>
<p><span id="more-32"></span><font color="#0000ff">Apa tho Mangsudnya <span style="font-style:italic;text-decoration:underline;">haram batas halal itu</span>? Bagi sampeyan yang belum kesentuh istilah laknat ini memang mbikin kening berkerut. Tapi bagi yang sudah kenyang dengan harta kelas beginian, sampeyan yang belum tahu malah akan dicap sok suci dan tinggal nunggu tanggal mainnya ikut ngunthal harta macem ginian. Cuma masalah waktu saja, katanya.<span></span></font></p>
<p><font color="#0000ff">Jika ada <span style="font-style:italic;">kacung</span> disuruh potokopi oleh <span style="font-style:italic;">bos eselon satu</span>, potokopinya senilai <span style="font-style:italic;font-weight:bold;">tigabelas rebu mangatus ripis</span>, lalu kwitansinya senilai itu juga, maka itu kelas <span style="font-weight:bold;">HALAL</span> murni. Jika kwitansinya senilai <span style="font-style:italic;font-weight:bold;">tigapuluh rebu ripis</span>, maka ini sepakat haram, setan pun sepakat. Tapi jika nilai kwitansinya <span style="font-style:italic;font-weight:bold;">limabelas rebu ripis</span>, inilah yang disebut <span style="font-style:italic;">haram batas halal</span>. Karena cuma <span style="font-style:italic;">sewumangatus ripis,</span> itu batas kebolehan buat ngambil yang haram, sesuai kesepakatan nepsu, akal dan setan alas kobar. Kang Darmo Dimpil bilang, <span style="font-style:italic;color:#cc0000;">“Wajar lah ngambil segitu, kan gak gedhe-gedhe amat. Etung-etung buat jerih payah nyebrang jalan raya.”</span><br />
Dan kebanyakan dari kita mengamini <span style="font-style:italic;">cobrotannya</span> kang Darmo Dimpil tersebut.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Maka ketika pak bupati dapet proyek perbaikan jalan di wilayah yang <span style="font-style:italic;">dikangkanginya,</span><span style="font-style:italic;">nyiprat</span>i moncong di kiri kanan biar gak berkicau nyaring bak <span style="font-style:italic;">emprit dipakani kroto</span>. Paling gak 10% nya diciprat-cipratke buat pagar pengaman. Kalo bupatinya ngambil 50%, ini dianggap<br />
keterlaluan. Apalagi gak ada nyiprat-nyipratnya babar blas. Koruptor satelit disisi sang bupatipun sepakat, ini haram.</font> sang kontraktor jangan harap dapet dana 100% buat mbikin jalan tersebut. Jikalau sang Bupati ngambil 15% saja, maka itu dianggap batas halal dari yang haram. Kalo ngambil 30% akan dianggap masih dalam haram batas halal, tapi dengan resiko</p>
<p><font color="#0000ff">Herannya, tetep saja ada oknum manungso model begituan. Proyek jalan bernilai puluhan M, baru diliwati andong sudah <span style="font-style:italic;">semplak</span> aspalnya. Karena mutu aspalnya bener-bener ASPAL. Lha diemplok 50%, melewati ambang batas haram yang dibolehkan. Bayangkan jika sang Bupati ngambil 25% saja, jika nilai kontraknya 50 M maka bisa dibayangkan yang masuk kantong sang Bupati. Dan perlu diketahui, 25% itu masih di ambang haram batas halal. Ediyan tenan. Njaluk dislomot neroko jahanam tenan.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Makanya dimusim Pilkadal saat ini, banyak kadal yang mulai berhitung. Tarohlah buat menang butuh biaya dan biayakan 50 M, itu nilai yang kecil, dibandingkan dengan yang akan diperolehnya dalam jangka 5 tahun ke depan. Ada bupati yang pada tahun pertamanya sudah BEP. Tahun kedua mbangun 5 SPBU, tahun ketiga ekspansi bisnis, tahun keempat dan kelima persiapan kampanye. Bupati mana itu? Mang goleki dewe, paling-paling bupati <span style="font-style:italic;">Kadipaten Karang Tumaritis</span>.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Lha yang <span style="font-style:italic;">nglangut </span>tetep rakyat kecil. Mau makan nasi, harga beras naik. Mau nggoreng lawuh, minyak gorengnya ikutan naik. Mau minum, tarif PDAM naik juga. Hidup macem lomba panjat pinang. Cuma buat ngraih satu tujuan, kudu ngidak-ngidak konco, menjatuhkan yang lain, itupun pakek mlorot-mlorot dan dilorot. Kalo sudah dapet isine ra mbejaji. Sedangkan yang diraih, makin menjauh dan keliatan naik saja.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Mulailah dari diri kita. Sampeyan semua dan simbah juga. Berapapun yang bukan hak milik kita, haram hukumnya. Gak ada batas halalnya buat barang yang haram.</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=32&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/haram-batas-halal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imageh.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imageh.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ijtihad, Upaya Menembus Kawasan Tak Terpikirkan</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/ijtihad-upaya-menembus-kawasan-tak-terpikirkan/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/ijtihad-upaya-menembus-kawasan-tak-terpikirkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 11:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ijtihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh Abd Moqsith Ghazali
Ijtihad adalah kerja untuk menembus kawasan yang tak terpikirkan. Karena itu tak heran bila banyak intelektual yang gamang dan tidak berani ambil resiko dengan ijtihad. Seseorang yang punya kecakapan teknis dan kepiawaian metodologis pun tetap memerlukan nyali dan stamina untuk berijtihad. Ia setiap saat harus siap ditolak bahkan diekskomunikasi kalau hasil ijtihadnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=28&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images11.jpg" title="images11.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images11.thumbnail.jpg" alt="images11.jpg" /></a></p>
<h4>Oleh <a href="http://islamlib.com/id/index.php?page=archives&amp;mode=author&amp;id=36">Abd Moqsith Ghazali</a></h4>
<p><b><font color="#0000ff">Ijtihad adalah kerja untuk menembus kawasan yang tak terpikirkan. Karena itu tak heran bila banyak intelektual yang gamang dan tidak berani ambil resiko dengan ijtihad. Seseorang yang punya kecakapan teknis dan kepiawaian metodologis pun tetap memerlukan nyali dan stamina untuk berijtihad. Ia setiap saat harus siap ditolak bahkan diekskomunikasi kalau hasil ijtihadnya dianggap menyalahi pendapat jumhur.</font></b></p>
<p><font color="#0000ff"><span id="more-28"></span>Artikel ini hadir untuk menegaskan bahwa aktivitas ijtihad di dalam Islam tidak boleh berhenti. Ijtihad adalah ruh yang menghidupi Islam secara terus-menerus. Tanpa ijtihad, seperti telah diteladankan Umar ibn Khattab dan lain-lain, Islam sudah semenjak lama menjadi petai hampa dan artefak kuno yang hanya layak menjadi tontonan, bukan tuntunan. Untung saja para ulama aktif memeras akal-budi dan berijtihad untuk mengatasi problem-problem zamannya. Kanjeng Nabi Muhammad sendiri sesungguhnya adalah seorang mujtahid ulung. Di tangan Nabi, Alquran menjadi tegar dan lincah memecahkan sejumlah kebuntuan sosial, politik, bahkan ekonomi. Nabi menjadikan Alquran terlibat dalam proses perubahan sosial, sehingga ia bukan sebagai kitab suci yang menggelayut di awang-awang tanpa persambungan dengan bumi. Alquran bukan hanya sekumpulan kidung wahyu yang terlepas dari konteks, melainkan sebuah kerja ijtihad itu sendiri. Hanya para pendukung <i>status quo</i> saja yang menolak keniscayaan ini, demikian pemahaman yang bisa diambil dari Jalaluddin al-Suyuthi melalui bukunya <i>Al-Ijtihâd: al-Radd `alâ man Akhlada wa Jahila `Anna al-Ijtihâd fî Kulli `Ashrin Fardhun. </i></font></p>
<div><font color="#0000ff">Kini, ijtihad semakin niscaya, terutama di tengah problem kemanusiaan yang semakin kompleks. Problem kehidupan yang sedemikian struktural dan sistemik, tentu butuh ijtihad dosis tinggi dari para ulama. Kondisi ini tidak bisa dipasrahkan pemecahannya pada model lama seperti yang terbaca dalam tarikh. Ideologi keislaman konservatif yang terus merujuk ke model masa lalu, bukan saja menunjukkan watak tidak kreatif, melainkan juga tidak realistis. Tafsir-tafsir keagamaan klasik yang kerap diidealisasi sedemikian rupa bukanlah pemecahan yang arif. Tantangan kehidupan masa kini tidak akan persis sama dengan kehidupan abad pertengahan. Siapapun tahu, kekinian jauh lebih rumit dan dinamis ketimbang kesilaman. Ada ngarai sosial-politik yang tak mudah ditimbun antara masa lalu dan masa kini.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Apa hendak dikata, tafsir-tafsir keagamaan terdahulu tidak jarang menjadi problem. Menimbulkan musykil. Gerak demokratisasi, penanaman kesetaraan dan keadilan gender, penegakan HAM, pribumisasi pluralisme, kadang tersendat oleh model-model tafsir masa lalu itu. Karena itu, ijtihad bisa saja diarahkan justru untuk mereformasi sejumlah pandangan keagamaaan yang hegemonik, totaliter, monopolistik, dan diskriminatif itu. Ingatan kolektif masa lalu yang hendak menempatkan perempuan di level kedua, memandang umat agama lain sebagai ancaman bahkan musuh, upaya menghidupkan kembali jasad khilafah islamiyah dan lain-lain, adalah pandangan primitif yang mesti ditolak. Tafsir keagamaan yang kian menenggelamkan umat ke dalam nista tak bisa diterima. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Islam seharusnya dikembalikan ke posisi awalnya sebagai agama membebaskan, mencerahkan. Islam diharapkan cukup liberatif untuk mengatasi ketertindasan dan keterbelakangan. Islam mesti dibersihkan dari beban-beban sejarah masa lalu yang kelam. Agama yang telah mengalami manipulasi oleh elite sehingga tampak balau, mesti dipulihkan kembali dengan (salah satunya) menyemarakkan aktivitas ijtihad. Ijtihad adalah cara untuk mengembangkan rasionalisme dalam Islam. Berbeda dengan sikap agamawan konservatif yang meletakkan rasionalisme justru untuk membentengi dogma, maka dalam paradigma Islam liberal, rasionalisme digunakan untuk reinterpretasi dan mengapkir tafsir keagamaan yang tidak relevan dengan semangat zaman. Jika dalam skripturalisme, akal ditaklukkan dalam kehendak-kehendak harfiah teks agama, maka dalam paradigma progresivisme akal bisa berstatus sebagai nasikh atas hukum-hukum atau fikih Alquran yang tidak lagi menyuarakan kemaslahatan. Inilah yang saya maksud misalnya dengan kaidah <i>jawâzu naskhi al-nushûsh al-juz’iyyah bi al-mashlahat</i></font> (bolehnya mengamandemen teks-teks partikular dengan maslahat).</p>
<p><font color="#0000ff">Dalam buku <i>Fashlu al-Maqâl fî Mâ Baynal Hikmah wa al-Syarî`ah min al-Ittishâl</i>, Ibnu Rusyd sendiri mengatakan, “Sekiranya suatu ajaran nyata-nyata bertentangan dengan rasio atau akal budi (<i>al-burhan</i>), maka ia tidak bisa lain kecuali mesti direformasi melalui medium <i>takwil</i>. Ia memberikan jalan, <i>wa in kânat al-syarî`ah nathaqat bihi, fala yakhlû dhâhir al-nuthq an yakûna muwâfiqan limâ addâ ilaihi al-burhân fîh aw mukhâlifan. Fa’in kâna muwâfiqan falâ qawla hunâlik. Wa’in kâna mukhâlifan, thuliba hunâlika ta`wîluhu</i> (hlm. 32). Ibnu Rusyd juga berkeyakinan bahwa <i>“wa nahnu naqtha`u qath`an anna kulla mâ adda ilaihi al-burhân wa khâlafahu dhâhir al-syar`iy, anna dzâlika al-dhâhir yaqbalu al-ta’wîl</i> (hlm. 3). </font></p>
<p><font color="#0000ff">Terinspirasi oleh pernyataan Ibnu Rusyd ini, saya berani merumuskan kaidah <i>“in khâlafa al-`aql wa al-naql, quddima al-`aqlu bitharîqi al-takhshîsh wa al-bayân”</i>. Artinya, ketika terjadi ketegangan antara pendapat akal dan bunyi harfiah teks ajaran, maka yang dimenangkan adalah pertimbangan akal dengan jalan <i>takhshîsh</i> (spesifikasi ajaran) dan <i>bayân</i> (penjelasan rasional). </font></p>
<p><font color="#0000ff">Ini berarti, kesempurnaan syariat tidak terletak dalam tubuhnya sendiri, tapi mesti disangga oleh manusia sebagai subyek sekaligus obyek dari syariat. Sebagai makhluk yang berakal, posisi manusia dalam proses pemaknaan ajaran sangatlah penting. <i>Al-nâs `âqil wa al-nashsh ghairu al-`âqil</i> (manusia adalah yang berakal, sementara teks itu sendiri tidak mempunya akal). Manusia memiliki kewenangan untuk menyortir partikular-partikular ajaran di dalam Islam (<i>tanqîhu al-nushûshi al-juz’iyyah</i>). Hanya di tangan manusia yang mampu mengoptimalkan akal budinya saja syariat atau ajaran agama akan mengalami penyempurnaan demi penyempurnaan. Dalam buku <i>Ikhwânus Shafâ: Dars, `Irdh, Tahlîl</i> (1991: 32), Umar Farrukh mengungkap pandangan kelompok <i>Ikhwanus Shafa</i> tentang syariat. Bagi <i>Ikhwanus Shafa</i>, syariat Kanjeng Nabi Muhammad itu <i>nâqish. Anna al-syarâ`ah al-muhammadiyah nâqishatun</i>. Dengan itu, <i>Ikhwanus Shafa</i> hendak mengatakan bahwa kesempurnaan syariat selalu berada dalam proses menjadi yang terus menerus (<i>on-going process</i>), dan tidak berhenti pada satu titik yang beku. Setuju dengan hujah ini, maka saya meresepsi pendapat jumhur yang membolehkan abrogasi (<i>naskh</i>) beberapa ajaran di dalam Islam. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Namun, tetap perlu disadari bahwa, mengkriya sebuah pemikiran baru (berijtihad) adalah sebuah kesepian, terlebih di tengah arus konservatisme dan fundamentalisme agama yang membuncah. Sepi, karena setiap ijtihad yang baik hampir selalu mewujud menjadi pembangkangan dan penyangkalan atas klise pemikiran. Ijtihad adalah kerja untuk menembus kawasan yang tak terpikirkan. Karena itu tak heran bila banyak intelektual yang gamang dan tidak berani ambil resiko dengan ijtihad. Seseorang yang punya kecakapan teknis dan kepiawaian metodologis pun tetap memerlukan nyali dan stamina untuk berijtihad. Ia setiap saat harus siap ditolak bahkan diekskomunikasi kalau hasil ijtihadnya dianggap menyalahi pendapat jumhur. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Seorang mujtahid ternyata tidak cukup bermodal intelektualisme yang hebat, tapi juga mesti dibekali nyali yang tinggi. Karena itu, bagi yang tidak punya nyali atau setengah hati untuk berijtihad, statemen bijak ini layak direnungkan: <i>“Idza ijtahada in ashâba falahu ajrâni, wa in akhtha`a fa lahu ajrun wahid.”</i> Selamat berijtihad!  </font></p>
<p><font color="#0000ff">Referensi: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=843</font></div>
<p><b></b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=28&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/ijtihad-upaya-menembus-kawasan-tak-terpikirkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images11.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images11.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Gaul Dalam Islam</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/etika-gaul-dalam-islam/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/etika-gaul-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 11:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Gaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yg ma&#8217;ruf, serta berpalinglah dari orang2 bodoh&#8221;  QS Al A&#8217;raf 199
Bagian terpenting dlm bersahabat itu adalah: &#8220;terciptanya saling pengertian dan hubungan timbal balik yg harmonis.&#8221; Untuk itu Islam telah mengatur tatacara atau etika hubungan timbal balik dalam pergaulan tersebut dg beberapa prinsip, diantaranya sbb: 
   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=24&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.jpg" title="gen.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.thumbnail.jpg" alt="gen.jpg" /><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span></a></p>
<p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.jpg" title="gen.jpg"><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><b>&#8220;Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yg ma&#8217;ruf, serta berpalinglah dari orang2 bodoh&#8221;  QS Al A&#8217;raf 199</p>
<p>Bagian terpenting dlm bersahabat itu adalah: &#8220;terciptanya saling pengertian dan hubungan timbal balik yg harmonis.&#8221; Untuk itu Islam telah mengatur tatacara atau etika hubungan timbal balik dalam pergaulan tersebut dg beberapa prinsip, diantaranya sbb: </b><br />
</span><span id="more-24"></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></span>   </a></p>
<p class="MsoNormal"> <font color="#333300"><b><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">] Mengucapkan salam kala menemui saudara sesama muslim [</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda: "Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada 6...", di antaranya adalah; "...mengucapkan salam kepadanya apabila kamu menemui mereka."<br />
Ucapan salam secara Islami tersebut adalah mengucapkan kalimat salam "assalamu'alaikum" (keselamatan Allah atasmu). Dan bila memungkinkan diiringi dg bjabat tangan bagi sesama jenis dan kepada muhrimnya. Kepada yg tidak muhrim cukuplah dg isyarat saja.<br />
Jawaban salam adalah dengan kalimat/ucapn "wa'alaikumussalam" dan bila ingin disempurnakan, tambahkan dg ucapan/kalimat "warahmatullahi wabarakatuh."<br />
Salam secara Islami ini adalah do'a bagi orang yg ditemui untuk keselamatan, rahmat, keberkatan dan perlindungan dr Allah. Aturan pengucapannya adalah bagi siapa yg datang dan menemui seseorang ataupun orang lain, tanpa pandang umur dan kedudukan.<br />
Kalimat salam ini akan menambah akrab dan indahnya pertemuan dan pergaulan dg saudara atau teman.</p>
<p>] Bersikap ramah, sopan dan bermanis muka [</p>
<p>Rasulullah SAW bersaada: "Senyum yg kamu ungkapkan menyambut saudaramu, adalah merupakan shadaqah baginya."<br />
Senyum adalah rona wajah yg menarik dan simpatik, disukai siapa saja yg melihatnya. Sambutlah saudara atau teman dg sikap ramah, tersenyum dan hangat. Sikap ramah adalah keluarnya kalimat2 yg baik dan menyenangkan. Sedangkan sopan adalah menunjukkan bahasa fisik yg baik atau sikap tampilan yg menarik.<br />
Berbicaralah dg suara yg penuh kelembutan dan indah didengar, karena suara yg paling disukai itu adalah suara buruk, parau tak berirama seperti suara himar (keledai) sebagaimana firman Allah SWT "Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara himar (keledai)." Allah SWT juga berfirman: "Dan jika kamu bersikap kasar niscaya orang2 akan menghindar dari sekitarmu."<br />
Hindarkan sama sekali pertengkaran yg menyulut emosi dan kemarahan, karena pertengkaran akan membawa kegagalandan menghilangkan kekuatan (QS Al Anfal 46). Bertengkar dan berbantah2an itu tidak akan pernah mendekatkan seorang dengan orang lain. Dan jangan lupa bahwa etika bertegur sapa dlm adat ketimuran adalah yg muda menegur yg lebih tua, sekalipun tdk terlarang bila yg lebih tua menegur terlebih dahulu. Kebesaran jiwa seseorang dg menegur terlebih dahulu biasnya akan melunturkan kesombongan dan keangkuhan seseorang.</p>
<p>] Bertutur kata dengan penuh arti dan bijaksana (QS An Nahl 125) [</p>
<p>Bertutur dengan penuh kebijakan adalah suatu kemampuan untuk memilih kata2 yg tepat dan bermakna, tidak menyinggung perasaan, mempertimbangkan situasi dan kondisi yg tepat. Firman Allah: "Hendaklah kamu saling memberi nasihat dg baik dan kesabaran" (QS Al Ashr 3).<br />
Biasakan mengisi obrolan dg kata yg berguna dan bermanfaat, terutama untuk membangun wawasan ilmu agama.<br />
Hindari berbicara yg tdk baik, membicarakan aib orang lain dan hindarkan juga pembicaraan yg bersifat porno karena hal itu akan mengundang ikut campurnya syaithan dlm pergaulan. Dan kurangi tertawa terbahak2, sehingga membuat lupa diri dan melupakan yg prinsip, yaitu ingat kepada Allah. Dan jika pada suatu waktu kita tidak menyenangi org lain, jangan ungkapkan perasaan itu dg bahasa lidah maupun tubuh. Mengemas ucapan dan sikap yg baik, berarti kita sedang membuat satu suasana yg indah dlm pergaulan.</p>
<p>] Berkasih sayang dan Saling menyantuni [</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW: "Perumpamaan org2 yg briman dlm kasih mengasihi, sayang menyayangi dan santun menyantuni bagaikan satu tubuh yg apabila menderita satu anggota dr tubuh itu, ikut menderita pula keseluruhan tubuh."<br />
HR Muslim<br />
Dan sabda Rasul lainnya: "Org Mu'min terhadap org mu'min lainnya bagaikan suatu bangunan yg bagian2nya kuat mnguatkn."<br />
HR Bukhari<br />
Dan sabda Rasul lainnya: "Tiadalah sempurna iman ssorg dr kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri."<br />
HR Muslim<br />
Menumbuhkan rasa kasih sayang dlm diri ssorg thdp org lain, di awali dg mcoba mrasakn &amp;mbayangkn apa2 yg dirasakn &amp;diderita org lain dan bagaimana jika hal itu terjadi pula pada diri kita sendiri.<br />
Bila kita merasakan senang dan bahagia, maka orang lainpun pasti seperti itu. Dam bila kita merasakan kelaparan karena belum makan, bagaimana pula dengan orang lain yang belum makan atau tidak ada yang di makan sama sekali? Dan bila kita merasa sakit di perlakukan orang lain dengan kasar, maka mestinya kita mengerti pula bahwa orang lain merasa sakit bila kita sakiti. Bagaimana pilunya dan sedihnya seseorang tidak menapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua (yatim piatu) dan bayangkan atau rasakan pula bagaimana kalau diri kita pada satu saat tidak mendapatkan kasih sayamg karena orang tua kita sudah tiada. Demikian seterusnya.<br />
Rasulullah SAW sangat penyayang pada anak yatim dan orang miskin, karena beliau pernah merasakan kepiluan yatim dan miskin dalam dirinya. Beliau tak tega melihat orang menderita dan kelaparan, dari itu beliau rela memberikan apa yang ada pada dirinya untuk menyenangkan orang lain. Pendidikan kasih sayang dan santun menyantuni diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya kaum Muhajirin dan Anshar, sehingga Allah SWT dalam satu ayatnya dalam surah Al Hasyr ayat 9, menggambarkan hal demikian</p>
<p>] Utamakan memberi dan menyenangkan orang lain [</p>
<p>Rasulullah bersabda: "Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah". Artinya orang yang memberi lebih mulia dari orang yang menerima pemberian. Hadits ini sebagai pendorong bagi orang yang beriman agar suka memberi. Pemberian dalam bentuk apapun yang baik, adalah satu cara untuk menyenangkan dan menggembirakan orang lain. Etika Islam ini sekaligus untuk mendidik umatnya untuk mandiri dan tidak punya karakter memelas dan selalu mengharapkan belas kasihan orang lain.<br />
Sabda Rasulullah: "Sebaik-baik kamu adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain". Perhatikan sifat lebah madu yang diceritakan Hadits Rasulullah: "Orang beriman itu seperti lebah madu, apabila dia memakan sesuatu dia memakan yang baik, dan apabila mengeluarkan sesuatu dia mengeluarkan yang baik, dan apabila dia hinggap diranting dia tidak mematahkannya".<br />
Berbeda dengan seekor ulat, dimanapun dia menjalar, bekas kakinya membuat busuk daun-daun yang dilaluinya. Ciri-ciri orang baik adalah; apabila berada ditengah-tengah orang banyak dia disayangi dan dapat menggembirakan dan menyenangkan orang lain dan pada suatu kali dia tidak hadir, dia dirindukan orang banyak. Dan ciri-ciri orang yang tidak baik adalah bila dia hadir dalam satu majelis, orang merasa risau dan terganggu, dan bila dia tidak datang, orang merasa senang dan gembira.</p>
<p>] Pemaaf dan tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain [</p>
<p>Pemaaf adalah sikap yang mulia, sedangkan pendendam adalah sikap buruk dan tercela. Orang pemaaf hatinya menjadi lapang dan otaknya jadi bersih. ...</span></b></font></p>
<p><font color="#333300"><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><b>...Sedangkan orang pendendam hatinya menjadi sempit, dadanya menjadi sesak, otaknya sering menjadi kotor. Sikap pendendam itu disenangi syaithan, karena seluruh rencana buruknya akan mendapat peluang untuk dipenuhi. Dan jangan suka membesar-besarkan permasalahan dan kesalahan orang lain yang sebenarnyaa kecil.<br />
Karena bara api yang kecil bila ditiup angin akan menjadi kobaran api yang bisa melalap apa saja. Lihatlah orang lain apalagi saudara sendiri dengan cinta dan kasih sayang. Dengan kasih sayang dunia menjadi lapang, kehidupan menjadi bahagia. Terapkan dalam kehidupan cara berpikir positif dan melihat seseorang dengan khusnudzon (berbaik sangka).<br />
Melihat dan menilai seseorang hendaknya seperti melihat satu gelas yang berisiair. Lihatlah isinya dan jangan lihat yang kosongnya. Bila kita melihat yang kosonya sekalipun yang kosong hanyalah sebahagian kecil dari gelas itu, maka isi yang banyakpun menjadi tidak berarti. Tapi bila yang dilihat isinya, sekalipun isinya sedikit, pasti ada manfaatnya. (HR Muslim)</p>
<p>] Hilangkan sifat pemarah dan emosional [</p>
<p>Pemarah adalah sikap syaithaniyah. Karena marah itu adalah merupakan hembusan nafas syaithan kedalam diri seseorang. Bila sifat ini merasuk kedalam hati, maka seseorang akan bersikap kasar dan menjadi emosional, baik dalam menyikapi orang dengan kata-kata atau tindakan fisik. Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Orang-orang beriman itu bukanlah pencela, bukan pengutuk, bukan kasar ataupun keji perkataannya dan bukan pula pengecut&#8221;. (HR Ahmad).<br />
Memarahi seseorang artinya kita telah menanamkan satu titik hitam (kebencian) dihati orang yang dimarahi, dan berbekas untuk selamanya serta sulit untuk dilupakan. Emosional adalah gambaran dan luapan kemarahan yang tak terkendali. Orang yang emosi tersebut, ketika itu dadanya seperti dipukuli oleh dentuman jantungnya yang sangat kencang. Nafasnya menjadi sesak dan perasaannya menjadi galau dan gelisah. Obatnya tak lain adalah dengan bersabar atau menahan diri.<br />
Bersabar artinya adalag menformulasikan satu kekuatan diri untuk menahan gejolak yang datang dari dalam diri sendiri dengan tidak mengekspresikan dalam bentuk kata-kata, wajah ataupun kepalan tangan.</p>
<p>Wallahu a&#8217; lam..</b>    </span></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=24&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/etika-gaul-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/gen.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gen.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASH DAN IJTIHAD</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/nash-dan-ijtihad/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/nash-dan-ijtihad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 04:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ijtihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[
Abu Mahdi
&#8220;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.&#8221; (Al-Ahzab:36)


Dasar-dasar Hukum IslamSemua muslimin sepakat bahwa sumber hukum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=20&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images.jpg" title="images.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images.thumbnail.jpg" alt="images.jpg" /></a></p>
<h1><font color="#0000ff">Abu Mahdi</font></h1>
<p><font color="#0000ff"><b>&#8220;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.&#8221; (Al-Ahzab:36)</b></font></p>
<p><font color="#0000ff"><span id="more-20"></span><br />
</font></p>
<p><font color="#0000ff"><b>Dasar-dasar Hukum Islam</b></font><font color="#0000ff">Semua muslimin sepakat bahwa sumber hukum pertama yang tertinggi adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, yang disebut Al-Quran. Sumber hukum peringkat selanjutnya adalah kejelasan yang tersurat maupun yang tersirat dari kehidupan Rasul Allah; disebut as-Sunnah.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Kedua dasar dan sumber hukum ini saling kait dan terikat. Apa yang ada di dalam Al-Quran adalah sumber awal yang melegitimasi segala hukum sesudahnya. Darinya tersurat dan tersirat rangkaian hukum atas sandaran hukum yang lain. Sementara landasan selain Al-Quran adalah semua yang sudah mencukupi ruang batas ketentuan yang dibenarkan Al-Quran, sehingga tidak ada ketentuan yang berada di luar ketentuan yang sudah ditetapkan Allah. Dengan landasan ini, muslimin sependapat bahwa barang siapa yang menentang dan mengubah ketentuan Allah dan Rasul-Nya, maka dinyatakan sebagai kufur.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Tanpa disadari, keterikatan muslimin untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan dengan kekhawatiran akan jatuh dalam kekufuran, menjadikan setiap muslim berjanji untuk mengikuti Al- Quran dan Hadits/Sunnah. Mereka mencoba mengekspresikan semua yang ada dari keduanya dalam kehidupan keseharian. Tapi, ada hal yang tidak dapat ditolak, yakni adanya perubahan persepsi di kalangan muslim dalam memahami keduanya. Dari dasar sumber yang sama, ternyata, muslimin memahami dengan berbeda. Dari sumber yang sama (Al-Quran dan Hadits), difahami secara berbeda, sehingga beramal pun dengan praktik yang berbeda. Karena, memang bukan mustahil bahwa dari ungkapan yang sama tetapi muatannya berbeda.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Awal perbedaan ini, nampak jelas ketika Rasulullah SAW wafat. Al-Quran, dalam artian wahyu atau kalam Ilahi dan penjelas dalam praktik kehidupan sehari-hari Nabi SAW itu terhenti. Sebagian muslimin berpandangan bahwa periode dasar hukum telah terhenti, sehingga mereka berpandangan hanya Al-Quran dan Sunnah Nabi saja sebagai sumber hukum yang mutlak.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Sebagian muslimin yang lain memiliki pandangan dan keyakinan berbeda. Wafat Nabi Muhammad SAW tidak berarti terhentinya nash Ilahi dalam bentuk Sunnah. Karena, Sunnah dalam pemahaman kelompok ini tidak terbatas pada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga ada pada tiga belas orang maksum setelah beliau. Yaitu, dimulai dari Ali bin Abi Thalib AS sampai dengan Muhammad bin Hasan al-Mahdi AS (termasuk Fatimah az-Zahra AS), hingga akhir zaman. Kedua pandangan inilah yang menjadi pemilah kesatuan muslimin yang telah dibina Rasulullah SAW. Hinggalah sekarang, pengaruh dan bara tersebut masih saja menyala.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Akibat lain yang ditimbulkan dari perbedaan pandangan itu adalah telah terbentuknya ideologi yang menjadi dasar cara pandang muslim dalam melihat Islam. Dengan dasar perspektif pandangan masing-masing, Islam akan tampak berbeda, dan motif pada tindakan pun menjadi berbeda pula. Perbedaan inilah yang mendasari lemahnya kekuatan muslimin dalam menghadapi tantangan zaman, baik dari nilai ideologi maupun tantangan fisik.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Permasalahan di atas, juga menjadi faktor yang melahirkan generasi muslim zaman ini. Generasi kini adalah hasil dari generasi terdahulu, karena unsur sejarah mendominasi pandangan muslim dalam menilai Islam. Dengan kenyataan yang terjadi, dan pandangan yang tercipta dari waktu ke waktu, serta informasi yang diterima untuk dipelajari hari ini, telah membentuk opini keislaman seseorang.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah bahwa dengan cara memandang pada fenomena sejarah yang berbeda akan didapatkan nilai keislaman yang berbeda pula. Sehingga i&#8217;tiqad dasar keislaman pun akan berbeda. Sementara itu, semua muslim sepakat bahwa Islam adalah agama Ilahi yang satu dan merupakan hamparan jalan tunggal menuju kepada Allah. Karena itu, muslimin, mau tak mau, harus memilih juga, yang konsekuensinya adalah i&#8217;tiqad dasar dari pandangan di atas harus ditimbang kembali untuk mendapatkan nilai yang benar, sehingga seseorang dapat memastikan keberadaan setiap personal di jalan yang lurus dan tunggal tersebut.</font></p>
<p><font color="#0000ff"><b>Ijtihad di Kalangan Muslimin</b></font><font color="#0000ff">Ijtihad (secara bahasa), berasal dari akar kata bahasa Arab al-jahd yang berarti jerih payah. Kelompok terdahulu, termasuk al-Hajibi mendefinisikan ijtihad sebagai tindakan menguras tenaga untuk mengetahui hukum tentang sesuatu dalam batas menduga. Seperti, menguras tenaga untuk memperoleh dugaan tentang hukum syar&#8217;i. (al-Ra&#8217;ya al-Sadid fi al-Ijtihad wa al-Taqlid wa al-Ihthiyath, hal.9). Ijtihad juga diartikan menguras tenaga dan jerih-payah untuk memperoleh hukum syar&#8217;i yang bersifat dugaan dari Al-Quran, Sunnah, Qiyas, Ihtihsan dan sebagainya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Muslimin (secara historis) menggunakan kesempatan berijtihad untuk melepaskan tanggung jawab dalam menjawab permasalahan kehidupan yang belum ditemui dalam hukum yang jelas (dhahir) sampai datangnya masa penaklukan kota Baghdad di masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah oleh Bangsa Tartar (sekitar 665 H.) Setelah adanya kejadian tersebut, ulama tidak lagi terkumpul dan pintu ijtihad menjadi &#8220;tertutup&#8221;. Dari sinilah hak ijtihad hanya menjadi milik mujtahid terdahulu. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Selanjutnya, perkembangan ijtihad dalam kehidupan muslimin berjalan lamban, dan secara umum tidak ada perbedaan mendasar tentang ijtihad, meskipun ada juga pembeda di antara kelompok muslim. Seperti, adanya perbedaan antara mereka yang memasukkan qiyas dalam ijtihad dan sebagian lagi menolak.</font></p>
<p><font color="#0000ff"><b>Kasus Seputar Ijtihad</b></font><font color="#0000ff">Dasar sumber-sumber ijtihad adalah Al-Quran, Sunnah, Akal dan Ijma&#8217;. Namun demikian, dari keempat sumber ini, bukan berarti tidak terbuka kemungkinan untuk tidak ditemukannya ketentuan hukum dari keempatnya. Atau, didapatkan hasil kesimpulan yang tidak kokoh. Atau, dalil-dalil yang ada tidak cukup untuk mendukung kasus yang ada.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Karena itu, terhentinya atau tidak dibenarkannya ber-ijtihad dapat memastikan bahwa fiqih dan pembahasan pun akan terhenti. Maka masalah yang timbul di masa kini tidak akan teratasi. Satu hal lain yang mendasar bahwa muslimin akan terhenti dalam ruang lingkup kehidupan yang tradisional (lampau), serta tidak memiliki kesempatan mengembangkan akal pikiran manusia.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Dengannya orientasi hidup hanya kembali ke alam kehidupan dahulu dan tidak akan membentuk opini kehidupan yang mendatang, konsekuensinya adalah hukum Islam menjadi hukum yang menindas kemanusiaan. Padahal yang dikenal bahwa muslim yang mengenal Islam itu membela dan membangun kehidupan kemanusiaan.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Kasus yang terjadi sekarang adalah dengan tertutupnya ijtihad, maka setiap muslim telah menjadi mujtahid pada posisinya. Karena, sebagai tuntutan hidup yang nyata, seorang muslim harus hidup dalam hukum, padahal banyak persoalan kehidupan yang dijalani dan harus dipecahkannya tidak terdapat di buku para mujtahid terdahulu. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Tanpa disadari, mereka menyimpulkan hukum dari sumber-sumber hukum yang ada (ber-ijtihad). Maka jadilah muslim yang awam tersebut sebagai mujtahid, walaupun terbatas hanya untuk dirinya. Fenomena ini tidak terhindar karena kenyataan adanya tuntutan Islam dan perjalanan masa/waktu, yang memojokkan manusia untuk meletakkan dirinya pada hukum. Meskipun pada dasarnya hukum yang dijadikan sandaran tersebut tidak diketahui keabsahan dan kebenarannya.</font></p>
<p><font color="#0000ff"><b>Mujtahid Sebagai Standar Keilmuan</b></font><font color="#0000ff">Islam sebagai agama dan ideologi merupakan sarana penghantar perjalanan manusia kepada Allah. Dengan sarana yang pasti ini, memastikan manusia untuk tidak memilih jalan lain atau berjalan di jalan yang salah. Sehingga manusia dengan sendirinya wajib memastikan dirinya untuk berada di dalam Islam. Pemikiran ideal ini menjadi i&#8217;tiqad muslimin. Dasarnya adalah dengan adanya Maksum maka i&#8217;tiqad dan idealnya Islam dapat terjaga bersamanya. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Tetapi dengan tidak adanya maksum, maka pikiran ideal merupakan i&#8217;tiqad tanpa kepastian untuk didapatkan dalam praktik kehidupan muslim. Maka muslimin mengejar idealisme kesempurnaan Islam dengan berusaha mendapatkan nilai ideal. Namun, karena agama samawi ini tidak memberikan jaminan kepada manusia yang tidak maksum secara takwin, maka Nilai Islam yang ada dalam i&#8217;tiqad muslimin pun tidak terjamin untuk kesempurnaannya pada kebenaran Ilahi. Kebenaran yang ada adalah nilai yang didapat dari usaha maksimal sebagai manusia untuk melepaskan diri dari tanggung-jawab di hadapan Allah. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Maka akan ada selisih antara kebenaran yang bersifat absolut Ilahi yang di-i&#8217;tiqadi dengan nilai kebenaran yang diamalkan oleh manusia. Namun demikian, usaha yang dilakukan oleh muslimin untuk mendapatkan ilmu Islam dari sumber-sumber dasar hukum (Al-Quran, Hadits/Sunnah, Ijma&#8217; dan Akal) yang kita sebut ijtihad, merupakan satu hal yang tidak dapat dihindari, karena:</font></p>
<p><font color="#0000ff">Pertama, tidak hadirnya Imam Maksum di antara muslimin. Islam sebagai sumber hukum dan nilai absolut, hanya ada pada Allah dan Maksumin. Selain dari keduanya, Islam masih merupakan konsep yang harus digali. Paling tidak dengan memprediksikan bahwa konsep tadi dinyatakan benar oleh pandangan muslimin.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Kedua, perkembangan pola hidup manusia. Ketika muslim merupakan bagian komunitas alam yang saling mengikat, maka perubahan yang terjadi selalu memiliki keterikatan dengan yang lain. Baik pada komunitas muslim atau dengan yang di luar muslim. Perubahan pola hidup yang dimaksud adalah perubahan pola berfikir dan bertindak serta adanya tuntutan keperluan hidup. Sehingga hukum aktual yang ada dalam Islam merupakan suatu keharusan.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Pada sisi lain, tanpa adanya wahyu dan maksum yang berkuasa dalam kehidupan muslim, maka muslimin harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, yakni ia harus selalu berada dan berjalan di bawah hukum Ilahi. Maka usaha maksimal mendapatkan hukum tersebut merupakan kewajiban muslimin.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Dengan hal di atas pun bukan berarti permasalahan kewajiban tersebut telah terlepas dari persoalan, tetapi masih banyak masalah lain dalam ijtihad, seperti:</font></p>
<p><font color="#0000ff">a. Apakah ijtihad hanya terbatas pada kasus-kasus yang tidak ada nashnya?</font></p>
<p><font color="#0000ff">b. Apakah boleh berijtihad (ta&#8217;awul) ketika ada nash?</font></p>
<p><font color="#0000ff">c. Mana yang harus didahulukan, ijtihad atau hadits nabawi?</font></p>
<p><font color="#0000ff">d. Siapa yang berhak untuk berijtihad?</font></p>
<p><font color="#0000ff">Empat kasus di atas telah membelah muslim menjadi dua pecahan, yaitu kelompok Ahl al-Ra&#8217;yu dan Ahl al-Hadits, tanpa disadari. Boleh jadi, dari sini pula kelompok kalam terbagi menjadi Mu&#8217;tazilah yang menggunakan akal untuk qiyas dalam menentukan hasan (baik) dan qubuh (buruk); dan kelompok Asy&#8217;ariy yang lebih mengutamakan hadits nabawi.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Apapun yang terjadi, permasalahan ini akan kembali kepada persoalan: adakah kini masih terbuka pintu ijtihad dan siapa yang dibenarkan untuk berijtihad?</font></p>
<p><font color="#0000ff">Dibalik pertanyaan ini sebenarnya tersembunyi suatu hal yang sangat penting, yaitu fiqih itu sendiri. Karena, fiqih merupakan gambaran atau penjelas dari simbol dan amal serta kriteria Islam. Dengan kata lain, gambaran Islam dapat dilihat dari keberadaan fiqih. Keislaman seseorang terlihat dengan bentukan (pengejawantahan) fiqih pada dirinya. Karena itu keberadaan ijtihad dan mujtahid memegang peran yang sangat penting atas keberadaan Islam dalam kehidupan manusia.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Dalam Surat al-Taubah ayat 122 ditegaskan: &#8220;Mengapa tidak pergi sebagian di antara setiap golongan kamu untuk memperdalam pengetahuan tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya bila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka dapat menjaga dirinya.&#8221;</font></p>
<p><font color="#0000ff">Fiqih berasal dari akar kata tafaqquh. Fiqih adalah pemahaman mendalam serta pengertian sempurna tentang realitas sesuatu. Al-Raghib al-Isfahani dalam Mufrad Al-Quran menyatakan bahwa tafaqquh ialah spesialisasi, dengan mengatakan: tafaqqahu idza thalabahu fatakhashshasha bihi. Begitulah, Al-Quran memerintahkan muslimin untuk memperdalam pengetahuan sehingga dapat mengatasi problema kehidupan ini.</font></p>
<p><font color="#0000ff"><b>Bergabungnya Semua Hukum Islam dengan Politik</b></font><font color="#0000ff">Islam bukan merupakan satu sisi penilai terhadap persoalan, tapi Islam merupakan penilai dan penilaian dari semua sisi. Semua permasalahan, baik yang berhubungan dengan dunia, politik, masyarakat, ekonomi, dan juga semua permasalahan yang berhubungan dengan sisi-sisi yang tidak diketahui oleh ahli-dunia. Agama Tauhid didatangkan agar manusia mengetahui kedua sisi tersebut dan membahasnya. Dan untuk keduanya terdapat hukum di dalamnya. </font></p>
<p><font color="#0000ff">Karena itu, muslim yang ber-tauhid tentu saja tidak hanya memandang dari satu sisi saja dan melupakan sisi lain. Islam, yang kesempurnaannya melebihi agama lain, semua hukumnya bergabung dengan politik. Semuanya terikat dalam politik. Shalat bersenyawa dengan politik. Haji, zakat, pelaksanaan negara, semuanya berhubungan dengan politik. Kaum isti&#8217;mar (penindas)-lah yang berusaha hendak memisahkan dan mengesampingkannya.</font></p>
<p><font color="#0000ff">Dengan ini fungsi fuqaha (jamak dari faqih) merupakan fokus perjalanan Islam di tengah kehidupan Islam. Dinyatakan dalam ungkapan: &#8220;Fuqaha adalah benteng Islam seperti benteng kota untuk membentengi kota.&#8221; Dari sisi lain dinyatakan: &#8220;Ulama adalah pewaris Nabi.&#8221;</font></p>
<p><font color="#0000ff">Jadi, dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan ulama adalah faqih (yang menguasai fiqih) yang dapat menjaga Islam. Maka ulama akan masuk dalam standar keulamaan dengan predikat faqih-nya, untuk menjaga Islam. &#8220;Demikianlah sesungguhnya perjalanan semua hal dan ahkam ada pada tangan ulama Ilahi, penanggung-jawab halal dan haram-Nya.&#8221;</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=20&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/25/nash-dan-ijtihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Ijtihad Farag Fouda?</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/teori-ijtihad-farag-fouda/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/teori-ijtihad-farag-fouda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 12:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ijtihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Tapi itulah yang menurut Fouda selalu terjadi, sehingga Islam bisa selalu relevan untuk masa yang terus berubah. Fouda menyadari bahwa ijtihad memang tidak mutlak, tapi ia harus tetap dimungkinkan dan pintunya harus senantiasa dibuka lebar-lebar. Ijtihad selalu diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan yang terlalu ekstrem antara ideal Islam dengan faktual Islam, dan agar tidak terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=14&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagesz.jpg" title="imagesz.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagesz.thumbnail.jpg" alt="imagesz.jpg" /><b>Tapi itulah yang menurut Fouda selalu terjadi, sehingga Islam bisa selalu relevan untuk masa yang terus berubah. Fouda menyadari bahwa ijtihad memang tidak mutlak, tapi ia harus tetap dimungkinkan dan pintunya harus senantiasa dibuka lebar-lebar. Ijtihad selalu diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan yang terlalu ekstrem antara ideal Islam dengan faktual Islam, dan agar tidak terjadi kemandekan dalam masyarakat.</b></a></p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<div><font color="#0000ff">Farag Fouda adalah intelektual Mesir yang mati dibunuh dua anggota Jama’ah Islamiyyah, sayap ekstremis Ikhwanul Muslimin Mesir, 8 Juni 1992. Ia telah meningalkan beberapa buku yang kritis terhadap upaya politisasi Islam, antara lain <i>Qablas Shuqûth</i><i>al-Haqîqah al-Ghâ’ibah </i>(tinjauan kritis terhadap sejarah Islam), dan <i>Hiwâr Hawla al-`Almâniyyah</i> (polemik tentang sekularisme). </font> (polemik tentang formalisasi syariat);<font color="#0000ff"> Fouda juga menulis <i>al-Mal`ûb </i>(tentang bank syariah dan skandal pencucian uang), <i>an-Nazîr </i>(survei tentang bahaya ekstremisme beragama), dan <i>al-Irhâb </i>(tentang asal-usul pemikiran teroristik). Sampai kini, buku-bukunya masih dilarang beredar di pasaran Mesir, dan hanya dapat dibaca sekelompok kecil orang.</font><font color="#0000ff"> Salah satu aspek menarik dari pemikiran Fouda adalah teorinya tentang ijtihad atau aktivitas berpikir kreatif dalam Islam. Fouda kukuh berpendapat bahwa ijtihad adalah keniscayaan. Dalam <i>al-Haqîqah al-Ghâ’ibah</i>, ia merumuskan formulasi teorinya. Menurutnya, ketentuan-ketentuan agama memang “tetap” (<i>tsâbit</i>), tapi kondisi kehidupan “terus berubah” (<i>mutaghayyir</i>). Dan dalam proses tarik-menarik antara teks agama “yang tetap” dan konteks zaman “yang berubah” itu, pasti akan muncul “bentuk-bentuk penyimpangan” (<i>al-mukhâlafât</i>). </font><font color="#0000ff"> Yang ia maksud “penyimpangan-penyimpangan” adalah “perubahan pada yang tetap dan ketetapan pada yang berubah”. Karena membuat tetap kenyataan hidup adalah mustahil, maka yang selalu terjadi adalah perubahan-perubahan pada hal-hal yang dianggap tetap di dalam agama. Dalam konsepsi Fouda, upaya mengubah sesuatu yang dianggap tetap itulah yang disebut ijtihad, bukan mempertahankan sesuatu yang dianggap tetap dengan argumen atau dalih-dalih baru atau konservatisme. Kesimpulan ini termasuk unik dan belum banyak dikemukakan orang.</font></p>
<p><font color="#0000ff"> Tapi itulah yang menurut Fouda selalu terjadi, sehingga Islam bisa selalu relevan untuk masa yang terus berubah. Fouda menyadari bahwa ijtihad memang tidak mutlak, tapi ia harus tetap dimungkinkan dan pintunya harus senantiasa dibuka lebar-lebar. Ijtihad selalu diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan yang terlalu ekstrem antara ideal Islam dengan faktual Islam, dan agar tidak terjadi kemandekan dalam masyarakat. </font></p>
<p><font color="#0000ff"> Menurut Fouda, setiap kali terjadi perubahan dalam suatu masyarakat, bentuk-bentuk penyimpangan pun akan semakin bertambah. Tapi itu tak mengapa. Asalkan lapangan ijtihad terbuka lebar, sekalipun penyimpangan terjadi, ia dapat diantisipasi agar tidak muncul dalam bentuknya yang ekstrem. Jadi, selain mengubah sesuatu yang dianggap tetap dalam agama, ijtihad juga berfungsi untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyimpangan yang ekstrem antara ideal Islam dengan faktual Islam. </font></p>
<p><font color="#0000ff"> Karena itu, bagi Fouda, masuk akal bila tingkat penyimpangan-penyimpangan yang tidak bisa dielakkan (<i>al-mukhâlafât al-idhtirâriyyah</i>) mendesak kita untuk lebih melapangkan medan ijtihad yang memang perlu (<i>al-ijtihâd al-dlarûriyyah</i>). Konsekuensi yang harus kita terima menurut Fouda, dan ini yang tidak ingin dikemukakan banyak orang: kita mesti berlapang dada menerima tingkat terendah sekali pun dari penerapan agama yang terjadi di zaman kita. Pengamalan agama kita tentu jauh dari maqam atau peringkat para sahabat nabi yang hidup di zaman yang lebih terkebelakang, kurang kompleks, lebih tertutup, tapi lebih homogen. Bahkan menurut Fouda, di masa kenabian pun, tidak ada kesucian yang absolut. Yang ada hanya tidak adanya penyimpangan yang mutlak. </font></p>
<p><font color="#0000ff"> Kesimpulannya, teori ijtihad Fouda berfungsi sebagai trisula: mengubah yang dianggap tetap di dalam agama, memperpendek jarak antara ideal dan faktual Islam, serta membuat kita arif dalam menyikapi beragam ekspresi pengamalan beragama masyarakat Islam. Intinya, teori ijtihad Fouda adalah sebuah upaya untuk mencari titik keseimbangan antara mereka yang berupaya mengawang-awangkan Islam dengan upaya membenamkan Islam ke dalam comberan peradaban.</font><b>Oleh <a href="http://islamlib.com/id/index.php?page=archives&amp;mode=author&amp;id=7">Novriantoni</a></b></div>
<p><b></b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=14&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/teori-ijtihad-farag-fouda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagesz.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imagesz.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaul Sehat with ISLAM</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/gaul-sehat-with-islam/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/gaul-sehat-with-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 12:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Gaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[
Istilah gaul dalam atmosfir kehidupan remaja. Bukan barang baru sebetulnya. Akrab malah. Ya, nggak man? Pokoke, ada istilah kaca mata gaul, anak gaul, pakaian gaul, bahasa gaul, malah ada juga ustadz gaul (kalo yang ini kira-kira apa yang membuatnya gaul, ya?). Pokoknya, serba gaul deh. Entah siapa yang memulai membikin istilah-istilah seperti itu, yang jelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=10&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images1.jpg" title="images1.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images1.thumbnail.jpg" alt="images1.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span><b>I</b><b>stilah gaul dalam atmosfir kehidupan remaja. Bukan barang baru sebetulnya. Akrab malah. Ya, nggak <i>man? </i>Pokoke, ada istilah kaca mata gaul, anak gaul, pakaian gaul, bahasa gaul, malah ada juga ustadz gaul (kalo yang ini kira-kira apa yang membuatnya gaul, ya?). Pokoknya, serba gaul deh. Entah siapa yang memulai membikin istilah-istilah seperti itu, yang jelas remaja macam kamu begitu <i>enjoy</i> dengan sebutan anak gaul alias anak yang nggak kuper bin norak. Tul, nggak?</b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span id="more-10"></span><br />
</font>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Hanya ada dua sebutan dalam pergaulan remaja, yang <i>out of date</i> dan <i>up to date</i> alias kuno (norak) dan keren. Ukuran kuno dan keren seringkali menjadi standar pergaulan. Misalnya, istilah kaca mata gaul, ini untuk meng­gambar­kan tentang kaca mata yang melenceng dari fungsi aslinya, yakni bukan sebagai alat bantu baca atau pelindung mata saat mela­kukan pekerjaan di laboratorium untuk meredam ra­diasi sinar ultra violet. Tapi sudah berubah fungsi untuk ngeceng. <i>Frame</i> alias bingkainya berwarna ngejreng. Warna hitam, hijau, biru, merah, ungu kerap melengkapi aksesoris kaca mata gaul itu. Pokoknya heboh deh. Kira-kira bisa kamu lihat kaca mata yang dipakai oleh gerombolan dr. pm misalkan atau anak-anak Ska lainnya<i>. </i>Nah, itulah yang disebut gaul dan keren alias <i>up to date </i>dalam standar pergaulan remaja sekarang. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Begitu pun dengan sebutan anak gaul. Gambarannya anak ini enak diajak ngobrol, selalu nyambung dengan objek bahasan dan kesannya nggak norak, ngertiin keinginan kita. Itulah anak gaul. Misalnya, kalau lagi ngomongin soal musik, pasti <i>gape</i>. Kenal grup musik Linkin Park, Korn, Ungu, Nidji, Peterpan dan sejenisnya. Banyak yang akran dan hapal dengan para personel grup band Samsons, T2, atau fasih menyanyikan lagunya Rosa terbaru karya Melly Goeslaw, <i>Ayat-ayat Cinta</i> yang menjadi OST film <i>Ayat-ayat Cinta</i>. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Anak gaul juga biasanya ‘ngebusa’ soal film. Tahu siapa aja yang ikutan main di <i>The</i> <i>Lord of the Rings</i>, ngefans berat sama tokoh-tokoh di film <i>Harry Potter</i>,<i> </i>kesengsem ama para pemainnya <i>Nagabonar 2</i> atau <i>Get Married</i>. Pokoknya gaul abis. Info yang berkaitan dengan musik, film, dan selebritisnya digeber lewat bacaan atau sering nongkrongin stasiun televisi tertentu. Ehm, sampe sebegitunya ya yang pengen disebut gaul? </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span> </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><b><span>“Gaul” </span></b><b><span style="font-family:Symbol;"><span>¹</span></span></b><b><span> Bebas Berbuat</span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Yup, memang begitu. Kalo kamu tahu soal perkembangan musik, sepakbola, film, mode, dan yang berhubungan dengan gaya hidup saat ini bukan berarti harus menjadi pelakunya dong. Sekadar tahu, memang nggak dilarang, kok. Malah seharusnya dijadikan sarana untuk mengetahui kerusakan dari budaya pop tersebut. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Cuma memang, bagi kamu yang masih polos kayak kaos oblong, jangan coba-coba untuk mengetahui lebih jauh. Bisa berabe. Jangan-jangan kamu malah latah ikut-ikutan gaul yang nggak benar. Firman Allah Swt.:</span></font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;line-height:140%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><font color="#0000ff"><b><span style="font-size:14pt;line-height:140%;font-family:'Traditional Arabic';">وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً</span></b><b><span dir="ltr" style="font-size:14pt;line-height:140%;"></span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><i><span>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.”</span></i><span> <b>(QS al-Isrâ’ [17]: 36)</b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Nah, ayat ini bisa dipahami kalau kita wajib tahu hukum Islam tentang hal tersebut sebelum melakukannya. <i>Because</i>, sebagai seorang muslim kita wajib terikat dengan aturan Islam. Misalnya, tahu tentang perkembangan dandanan alias mode, bukan berarti kemudian kita latah untuk mencobanya. Padahal mode tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti <i>swimsuit</i> alias pakaian renang dan <i>tang-top</i>, bagi kamu yang puteri dilarang memakainya di tempat-tempat umum atau di hadapan yang bukan mahromnya. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Allah Swt. berfirman: </span></font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;line-height:140%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><font color="#0000ff"><b><span style="font-size:14pt;line-height:140%;font-family:'Traditional Arabic';">وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ</span></b><b><span dir="ltr" style="font-size:14pt;line-height:140%;"></span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><i><span>“Katakanlah kepada wanita beriman. Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampak­kan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.”</span></i><span> <b>(QS an-Nûr [24]: 31).</b> Dalam lanjutan ayat tersebut, boleh menampakan ‘perhiasannya’ kepada mahromnya saja, seperti ayah, adik kandungnya dan seterusnya. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Tapi bagi kamu yang ingin tampil ‘ngetren’ dengan jilbabnya, misal warnanya cerah, modelnya nggak ngebosenin, pokoknya <i>matching</i> banget. Jadi, selain menutup aurat, kita juga bisa bergaya, asal tetap menjaga kesopanan dan etika Islam. Tambahan untuk yang pake jilbab, pastikan bahwa jilbabnya memenuhi standar yang ditetapkan Islam. Harus tebal, longgar, dan kainnya harus menyentuh tanah. Perlu kamu ketahui, yang namanya memakai jilbab bukan cuma keru­dungan doang. Karena jilbab adalah (semacam) jubah—baju luar. Berarti busana muslimah adalah kerudung plus jilbabnya, dong!</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Di lingkungan anak cowok suka ada acara ‘wajib’ gagah. Rasanya kurang <i>afdhol</i> kalau ternyata penampilannya bikin orang lain ‘keselek’. Atau postur tubuhnya kurang meyakinkan bagi jamaah cewek. Bodi yang keren kayak Ade Rai, dan wajah <i>cool </i><span> </span>kayak David Beckham, sangat didambakan anak cowok. Latihan angkat barbel <span> </span>(backsound: barbel? Barang belanjaan maksydnya? Hehehe&#8230;) atau nimba air di sumur bisa jadi acara ‘wajib’ membesarkan bodi en tampil macho.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Dan ngomong soal tampil macho ini, yang katanya bisa bikin <i>pede</i> dalam gaul, ternyata tetap saja terpaku kepada yang namanya mode. Mode-lah yang telah menciptakan tren. Mode-lah yang telah mengubah persepsi anak cowok dalam bergaul. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Padahal keliru besar kalau anggapan keren dan beken atau anak gaul itu hanya dilihat dari bentuk luarnya saja, belum tentu mewakili. Kenapa? Karena manusia sering tertipu dengan tampilan luar. Sering menyangka emas, padahal tem­baga, atau sebaliknya, mengganggap tem­baga, ternyata malah emas. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Di jaman Rasulullah, para sahabat juga banyak yang keren, malah dalam beberapa riwayat, Ali bin Abi Thalib termasuk orang yang kuat dan perkasa, terbukti ketika dalam suatu peperangan, beliau menggunakan pedangnya yang terkenal, Zulfikar—yang mempunyai mata pedang bercabang dua—mampu membelah tubuh musuh. Ini luar biasa, dengan ukuran pedang yang gede banget dan tentu saja tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkat dan mengayunkan pedang sebesar itu bukan main hebatnya. Tapi Ali r.a. tetap kalem dan nggak punya cita-cita untuk <i>show of force</i> alias pamer kekuatan di hadapan para sahabat lainnya. Sayidina Ali tetap <i>low profile</i>. Tapi ada juga sahabat penampilannya ‘biasa-biasa’ aja malah ada juga yang ‘nggak meyakinkan’ seperti Abdurrahman bin ‘Auf yang punya cacat pada kakinya. Tapi Rasulullah memuji keluhuran akhlak dan pengetahuan mereka.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Bagi jamaah cowok, tampil meyakinkan itu perlu. Tapi jangan sampai merasa wajib untuk tampil macho supaya bisa disebut anak gaul. Membina tubuh agar tetap <i>fit</i> setiap hari boleh-boleh saja, malah dalam beberapa kasus bisa jadi harus, untuk berjihad, misalnya. Nggak masalah. Hanya saja bodi macho bukan segala-galanya. Rasulullah bersabda: <i>“Bukanlah orang yang kuat itu adalah yang menang dalam bergulat, tetapi adalah orang yang dapat menahan nafsunya tatkala dia marah,” </i><b>(HR Muslim) </b><span>  </span></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Jadi, macho <i>or</i> modis bukan ukuran kepribadian, Brur. Soalnya, percuma saja kalo <i>performance</i> kamu keren, gaul, macho, modis tapi ternyata kelakuan kamu nggak jauh dari para preman. Yang tentu saja nggak punya kepribadian Islam. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Seseorang yang dikatakan punya kepribadian luhur tatkala mempunyai pola pikir dan pola sikap yang tinggi. Seseorang dikatakan punya kepribadian Islam, berarti dia punya pola pikir dan pola sikap yang islami. Detilnya, ia selalu berpikir secara Islam ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. Dan dilengkapi dengan sikap jiwa yang tentu saja selalu disandarkan kepada ajaran Islam. Jadi, percuma saja kamu tampil macho <i>or</i> modis, tapi ternyata kelakuan kamu nggak beda sama Sylvester Stallone, yang punya bodi kekar dan keren, tetapi suka melecehkan kaum Hawa. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Nah, sekali lagi, sekadar tahu saja agar bisa ngikutin perkembangan yang ada, nggak masalah. Tapi kalo sudah diaplikasikan dalam kehidupan itu ada aturannya tersendiri. Bila kemudian ternyata bertentangan dengan aturan Islam, maka terlarang bagi kita untuk melakukannya. Tapi bila hal itu bersifat universal, nggak masalah seperti yang telah dijelaskan tadi. Jadi<span>  </span>gaul bukan berarti bebas berbuat. Gitu, <i>Brur en Ses!</i></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span> </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:140%;"><font color="#0000ff"><b><span>Masyarakat sakit</span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Oya, berbagai problem kehidupan ini adalah penyakit bagi masyarakat. Mengapa masyarakat sakit? Sebab masyarakat salah ‘asuhan’. Yang seharus diasuh oleh ajaran Islam, ini malah diasuh oleh ajaran dari Barat yang dipopulerkan oleh para selebriti lewat musik, film, iklan, dan sinetron. Semua membawa racun-racun bagi kehidupan. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Kalau zaman dulu Whitney Houston, Natalie Cole, Nikka Costa, Diana Ross, bener-bener ngejual suara, tapi kebanyakan vokalis <i>akhwat</i> eh cewek<b> </b>sekarang jadi jual bodi. Tengok saja sederatan biduan <i>fave</i> remaja macam Britney Spears, Christina Aguilera, Shakira, Pink, Kylie Minogue, J-Lo (Jennifer Lopez), <i>Destiny’s Child, Atomic Kitten</i> pada berlomba pamer aurat. Bahkan grup instrumentalia macam <i>Bond</i> aja merasa ‘wajib’ menunjukkan keseksian tubuhnya. Ya kebanyakan dari mereka adalah penganut aliran <i>moderat</i>, alias modal dengkul dan buka aurat. Amit-amit deh, meskipun imut-imut!</span></font></p>
<p class="Studia" style="line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span style="font-family:'Times New Roman';">Gaya hidup boros dan suka pamer juga diajarkan para seleb. Kamu pernah nonton acara <i>MTV Cribs</i>, tayangan televisi versi MTV yang isinya pamer kemewahan dan kegilaan para selebritis dari berbagai bidang hiburan dan olahraga? Yup, di sana ada cerita seleb yang ngoleksi mobil mewah sekelas BMW, Mercy, Porsche atau Jaguar sampe enam belas biji! <i>Suer</i> ini mobil betulan, bukan mobil-mobilan. Ada juga atlit basket NBA yang punya rumah kayak hotel dengan sembilan belas kamar. Belum lagi cincin berlian, kalung bertahtakan permata, dan sebagainya. Sepertinya seleb itu selalu berban­ding lurus dengan punya duit banyak, kendaraan oke punya, rumah pun mewah.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Kalo kamu tergoda? Waduh, sebetulnya jangan sampe tuh. Tapi sayangnya, kini kita melihat kasus-kasus remaja yang nggak jauh dari seks bebas, narkoba, kriminalitas, dan kasus lainnya. Pokoknya ngeri deh, karena kita udah bermesraan dengan ide <i>permisivisme</i> (serba boleh), <i>hedonisme</i> (pemujaan terhadap kenikmatan jasadi dan materi), <i>Ciloko tenan!</i></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Nah, kalo sakit begini siapa yang bisa menyembuhkan? Tentunya kita semua. Anggota masyarakat ini, termasuk kamu yang remaja. Kitalah ‘dokter’ yang akan menyembuhkan masyarakat. Lha, kita kan nggak ngeh apa yang bakal kita lakuin untuk menyembuhkan penyakit itu? Yup, makanya kudu belajar supaya ngerti. Betul?</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span style="font-family:Garamond;"> </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><b><span>Wajib “Gaul” dengan Islam</span></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Sobat muda muslim, solusi dari salah gaul ini adalah <i>back to Islam</i>. Kita kudu gaul abis dengan Islam. Kita terhina, justru karena kita meninggalkan ajaran Islam. <i>So</i>, mari kita mulai mencintai Islam sepenuh hati biar gaul kita juga sehat.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Berlajar adalah salah satunya biar kita lebih kenal dengan Islam. Pokoknya kamu kudu tampil cerdas dan bertakwa deh. Kayaknya perlu dengerin nih nasihatnya Imam Syafi’i, <i>“Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).”</i></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Ayo, kita bisa buktiin bahwa kita bisa tampil beda. Sebagai remaja Islam, kita kudu bangga menyandang gelar umat terbaik. Iya dong, kan Allah udah nyebutin di al-Quran:</span></font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;line-height:140%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><font color="#0000ff"><b><span style="font-size:14pt;line-height:140%;font-family:'Traditional Arabic';">كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ</span></b><b><i><span dir="ltr" style="font-size:14pt;line-height:140%;"></span></i></b></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><i><span>“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang senantiasa menyeru kepada yang ma’ruf (yang sesuai dengan ketentuan syari’at Islam) dan mencegah kemungkaran (yang menyalahi dan bertentangan dengan syari’at Islam) dan beriman kepada Allah”.</span></i><span> <b>(QS Ali Imran [3]: 110)</b></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Oke deh mulai sekarang jangan malas mengkaji Islam, supaya jadi remaja yang cerdas dan bertakwa. Kita kepengen banget lho jadi remaja oke. Mari kita n</span><span>iatkan bahwa belajar Islam itu untuk ibadah. Terus ilmu yang didapat kita diamalkan dalam kehidupan. Oya, kaji Islam jangan setengah-setengah. Udah gitu, kita tekadkan bahwa kita nggak betah hidup nyantai dan hura-hura. Hingga akhirnya kita menjadi remaja Islam yang kuat iman, kuat ilmu dan kuat takwanya. Kalo udah gini, insya Allah kamu nggak bakalan salah gaul lagi. Sebaliknya, gaulmu sehat bersama Islam.</span><span></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Jadi yang namanya anak gaul itu bukan berarti harus tampil <i>all out</i> dengan bebas kelewat batas. Lepas dari nilai-nilai Islam. Islam nggak pernah melarang umatnya untuk keren. Keren di sini maksudnya nggak ‘kumuh’. Bahkan Islam menganjur­kan umatnya supaya tampil rapih dan meyakin­kan. Karena itu bagian dari adab bergaul dengan masyarakat. Dengan kata lain, kita nggak boleh tampil kucel <i>en</i> dekil. </span></font></p>
<p class="MsoFooter" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;line-height:140%;"><font color="#0000ff"><span>Bila kamu <i>gape</i> bicara soal musik, film, bola, jangan sampe itu membuat kamu terobsesi untuk bisa tampil seperti para pelakunya. Malah kamu jangan cuma gaul dalam urusan-urusan tadi saja, tapi <u>wajib “gaul” juga soal hukum dan pemikiran Islam<span>  </span>secara lebih luas. </u>Caranya? Ya, ngaji dong, Non!</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:130%;" align="left"><span><font color="#0000ff">Tentu, harus dipahami bahwa dalam kondisi masyarakat yang amburadul seperti sekarang ini, kita harus selektif. Buat apa tampil “gaul” kalo harus mengorbankan akidah dan kepribadian Islam, iya nggak? Mendingan perdalam Islam supaya bisa selamat dunia dan akhirat. Meski tentu saja Islam tak pernah ‘alergi’ dengan yang namanya perkembangan jaman, tapi dengan catatan, hal itu sesuai dengan ajaran Islam. Jadi begitu Bro![</font></span><b><span>O. Solihin]<a href="#_ftn1" title="_ftnref1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"></span></span></span></a></span></b></p>
<p><!--[if !supportFootnotes]--><!--[endif]-->  <a href="#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;"> </span><i><span style="font-size:8pt;">Penulis buku-buku untuk remaja dan</span></i><i><span style="font-size:9pt;font-family:Garamond;"> Editor Buletin Remaja GAULISLAM. E-mail: sholihin@gmx.net</span></i></p>
<div>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><i><span style="font-size:9pt;font-family:Garamond;"></span></i><span></span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=10&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/gaul-sehat-with-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/images1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Sehatkah Gaul Kamu?</title>
		<link>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/sudah-sehatkah-gaul-kamu/</link>
		<comments>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/sudah-sehatkah-gaul-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 12:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berrez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Gaul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berrez.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[        Ngomongin lawan jenis dijamin udah jadi agenda harian remaja. Sampai sempet-sempetnya mikirin cowok. Padahal lagi ngobrolin shampo. Cewek mana sih yang nggak ada kata cowok dalam kamusnya. Yang cowok juga sama. Pokoknya nggak boleh ketinggalan kalo udah asyik gosipin gacoannya. Seolah lawan jenis selalu mangkal dalam kepala kita. Mengalir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=9&subd=berrez&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">    <font color="#0000ff"><b>   </b></font><a href="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagez.jpg" title="imagez.jpg"><img src="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagez.thumbnail.jpg" alt="imagez.jpg" /><font color="#0000ff"><b> Ngomongin lawan jenis dijamin udah jadi agenda harian remaja. Sampai sempet-sempetnya mikirin cowok. Padahal lagi ngobrolin shampo. Cewek mana sih yang nggak ada kata cowok dalam kamusnya. Yang cowok juga sama. Pokoknya nggak boleh ketinggalan kalo udah asyik gosipin gacoannya. Seolah lawan jenis selalu mangkal dalam kepala kita. Mengalir dalam darah kita. Dan menghembus dalam desah napas kita. Ini bener-bener <i>red alert </i>!</b></font> </a></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><span id="more-9"></span><br />
</font>
</p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Bener lho. Kita nggak boong. Pergaulan remaja kian hari kian menunjukkan sinyal-sinyal berbahaya. Di mana aja, kapan aja, cewek-cowok campur baur tak tekendali. Kagak ada remnya. Nyelonong trus kayak rem blong. Kalo mobil tabrakan masih mending penyoknya ke dalem. Coba kalo cewek �ditabrak&#8217; cowok, penyoknya kan ke luar. Apa nggak malu? Ini nih satu dari sekian banyak bahaya gaul bebas remaja seka-rang. Ini berarti tanda-tanda pergaulan remaja sekarang udah kagak sehat. Hati-hati lho! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Gaul bebas itu nggak sehat </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Cowok mana sih yang nggak punya temen cewek? Tarzan aja yang tiap hari gaul ama penghuni hutan seneng abis bisa nyohib ama Jane. Manusia emang kudu berinteraksi satu sama lain. Biar nggak ketinggalan informasi. Itu barang kali yang suka dijadiin alasan pen-tingnya jadi anak gaul. Dan belum bisa dibilang gaul kalo cuma berkecimpung di dunia sejenis. Cewek ama temen cewek atau cowok ama temen cowok. Tapi kudu ada kolaborasi antara pergaulan cewek-cowok. Emangnya musisi? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Gaul bebas emang udah jadi budaya remaja. Karena secara alamiah, remaja mulai mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, psikologis, dan sosial. Secara fisik, organ-organ tubuh termasuk organ reproduksi mulai mateng. Secara psikologis, remaja mulai mengurangi ketergantungannya dengan orang tua. Dan secara sosial, remaja mulai mengenal dunia luar. Gaul ama temen-temen sebaya maupun masyarakat luas. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Pada usia remaja juga rasa ketertarikan dengan lawan jenis lagi hangat-hangatnya. Virus �merah jambu&#8217; pun mulai menjangkiti. Dampaknya udah bisa kita lihat dengan mata kepala dan mata kaki sendiri. Pacaran yang diawali dari PDKT, kencan, dan bikin komitmen makin populer di kalangan remaja. Seolah ada aturan tak tertulis yang mengharuskan remaja punya pacar. Katanya pacaran bisa memupuk kedewasaan dalam emosi dan kepribadian. Hehehe�emangnya pohon mangga pake dipupuk segala? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, bukannya kita ngiri ngerecokin orang pacaran. Kagak. Kita cuma mau ngingetin sebagai sesama muslim. Pacaran yang identik dengan gaul bebas nggak akan pernah aman dari bidikan panah beracun berlumur nafsu yang dilontarkan setan. Pacaran hanya menjadi ajang baku syahwat. Karena unsur nafsu seksual kian mendominasi. Pegangan tangan, cipiki (cium pipi kiri)-cipika (cium pipi kanan) plus cibi (cium bibir) yang katanya jadi bumbu penyedap orang pacaran nggak tabu lagi dilakukan. Emang pas jadi bumbu-penyedap�.sebelum dipanggang di neraka! Iiih�! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Kita juga nggak asal ngomong kalo batas antara gaul bebas atau pacaran dengan seks bebas kian bias. Buktinya, sekitar 18-20 persen remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan seks bebas. �&#8217;Itu hasil penelitian yang pernah kami lakukan terhadap pelajar dan mahasiswa,&#8221; ujar dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, saat berbicara dalam acara �&#8217;Let&#8217;s Talk About Drugs &amp; Free Sex&#8221;, Minggu (1/6) di Gedung Dharma Wanita Jateng. ( <i>Suara Merdeka, 02/06/2003 </i>). </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Belum lagi berita menghebohkan ketika suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah. Yang lebih mengenaskan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan. Semua dilakukan atas dasar suka sama suka dan adanya kebutuhan. Selain itu, ada sebagian responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dan tidak bersifat komersil. ( <i>detik.com, 02/08/2002 </i>). Nggak sehat tuh!</font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Risiko gaul nggak sehat </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, banyak <i>side effect </i> akibat gaul bebas yang gak sehat itu. Ibaratnya kulit kita yang luka terus terinfeksi kuman. Udah suhu badan kita naik, basah ama keringet dingin, lukanya juga bisa korengan, terus ditongkrongin lalat ijo lagi. Iih�jijay deh. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sorry ya, bukannya kita mendramatisir keadaan. Tapi emang itu kenyataannya kok. Gaul bebas yang berujung seks bebas itu bisa berakibat pada Kehamilan yang Tidak Dikehendaki alias KTD. Udah gitu nggak sedikit yang depresi alias �sutris&#8217;. Malu ama keluarga, se-kolah, en temen. Atawa belum siap jadi nyokap. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Parah-nya, remaja yang keda-petan hamil di luar nikah suka ambil keputusan nekat. Apalagi pacarnya nggak mau tanggung jawab atau belum siap berumah tangga. Jadinya ada yang tega-teganya membuang bayi hasil �proyek&#8217; mereka. Bahkan nggak sedikit yang ambil keputusan mengaborsi janin yang tengah dikandungnya. Nggak salah kalo ada yang bilang mereka cuma pengen enaknya, tapi nggak mau anaknya. Ada juga lho nasib remaja putri yang kecemplung ke dunia PSK karena merasa udah nggak suci lagi. Parah banget khan? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Selain KTD, resiko gaul bebas juga bisa berupa menjangkitnya virus HIV/AIDS atau penyakit menular seksual. Karena bisa jadi maraknya seks bebas itu memancing remaja �parkir&#8217; di tempat-tempat lain yang nggak steril. Atau akibat penyalahgunaan narkoba. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><i>Base line survey </i>yang dilakukan oleh BKKBN LDFE UI (2000) memperlihatkan di Indonesia terjadi 2,4 juta kasus aborsi per tahun dan sekira 21% (700-800 ribu) dilakukan oleh remaja. Hal lain yang lebih menarik adalah sekira 11% dari seluruh kelahiran di Indonesia adalah usia remaja dan 43% wanita melahirkan anak pertama kurang dari 9 bulan sejak tanggal pernikahannya. Dilaporkan pula angka PMS di kalangan remaja sekira 4,18% serta 50% jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Barat adalah usia 15-29 tahun (KPAD Jawa Barat, Desember 2001). Angka pengguna narkoba oleh remaja berjumlah 2736 (BPS, 2000). ( <i>Pikiran Rakyat, 01/03/03 </i>) </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">� </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Salahnya media dan �alergi&#8217; ngaji </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Trend �Gaul Sakit&#8217; remaja memang nggak bisa dilepaskan dari media yang mempopulerkan budaya Barat. Tayangan <i>Katakan Cinta </i>, <i>Playboy Kabel </i>, atau <i>H2C </i>(Harap-harap Cemas), seakan mengatakan bahwa dunia pacaran nggak kalah pentingnya untuk dibahas dengan penangkapan para aktivis Islam baru-baru ini. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Tayangan yang mengandung unsur pornografi makin digenjot para produser tele-visi. Goyang erotis para penyanyi dangdut, info seksual dalam <i>Bantal </i>, <i>Kelambu </i>, <i>Angin malam </i>, atau <i>Desah </i> diputar dengan vulgar. Selain itu, VCD Porno, buku stensilan, dan internet yang menjadi pensuply info remaja seputar seks dengan berbas beredar di pasaran. Penelitian yang dilakukan Pusat Studi Hukum Universitas Islam Indonesia (PSH UII) baru-baru ini mengungkapkan, dari 202 responden remaja (15-25 tahun), sekitar 15% nya mengaku per-nah melakukan hubungan seks. Mereka me-ngaku sebelumnya terpengaruh oleh tayangan pornografi baik melalui internet, VCD, TV atau bacaan porno ( <i>Eramuslim.com, 09/09/2003 </i>). </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, untuk urusan seks, banyak temen kita yang berkiblat ke budaya Barat. Hasilnya, mereka pun terseret arus prinsip <i>permissiveness with affection </i>, yaitu asal ada perasaan saling suka, seks menjadi sesuatu yang benar untuk dilakukan. <i>Na&#8217;udzubill�hi min dzalik </i>! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Selain faktor media, pribadi remaja yang gaul bebas pun patut diperhatikan. Nggak sedi-kit dari teman kita yang nggak mau ambil pusing mikirin pergaulan mereka. Apalagi udah bawa-bawa Islam. Kagak deh. Mereka ngerasa alergi kalo harus nongkrong di tempat pengajian. Karena dalam benak mereka yang terpikir, ikut pengajian cuma bikin bete plus memasung gaya hidup remaja yang gaul <i>van </i>trendi. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Rasa malas untuk memperdalam Islam bikin pertahanan akidah remaja muslim mudah goyah. Gencarnya tayangan sinema remaja yang menjajakan pergaulan bebas mempreteli identitas keislaman sebagian dari kita. Sejak usia dini, remaja dipancing untuk mencicipi �racun&#8217; dalam gaul bebas. Ditambah masyarakat termasuk di dalamnya keluarga berdiam diri melihat putra-putrinya terlena dalam arena pergaulan bebas tanpa batas yang makin beringas. Walhasil, emang cuma ikut pengajian yang bisa menjaga plus menetralisir dampak buruk budaya Barat yang tengah membidik remaja muslim. Dor! </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">� </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff"><b>Gaul sehat? Ya, pake syariat! </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Sobat muda muslim, kalo ngerasa gaul kamu kagak sehat, nggak usah repot-repot nyari puskesmas untuk berobat. Apalagi pake nyari klinik yang buka 24 jam, dokter spesialis, atau posyandu biar gratisan. Untuk berobat plus dapetin vaksinasi buat pergaulan kita, cukup kita ayunkan langkah ke tempat-tempat pengajian. Mudah kan? </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Di tempat pengajian kita bakal dapetin wawasan gimana Islam mengatur pergaulan manusia. Secara prinsip, kehidupan Islam memang memisahkan antara pria dan wanita. Biar nggak saru ama gaulnya hewan yang bebas tanpa aturan. Tapi, Islam juga memperbolehkan adanya hubungan antar lawan jenis jika hal itu mengharuskan keduanya untuk berinteraksi. Seperti dalam aktivitas jual beli, perburuhan, kedokteran, paramedis, pertanian, industri, dan sejenisnya. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Untuk urusan gaul bebas remaja, dari awal Islam udah ngatur biar nggak kebablasan. Di antaranya larangan untuk berkhalwat alias berdua-duaan dengan lawan jenis. Seperti orang pacaran, bawaannya pengen mojok mulu. Padahal setan nggak pernah absen buat godain orang yang lagi berkhalwat. Nggak salah kan kalo aktivitas pacaran itu merupakan pintu menuju zina. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Islam juga memerintahkan kepada muslim dan muslimah untuk menundukkan pandangan-nya. Biar kita bisa jaga mata dan hati kita dari bisikan setan. Kewajiban muslimah untuk menutup aurat secara sempurna di tempat umum akan menjaga kecsucian mereka. Plus nggak akan memancing desir adrenalin dari lawan jenisnya. Oya, negara pun akan melarang peredaran informasi atau acara televisi yang berorientasi seksual dalam memandang hubungan antar manusia. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Nah, buat kamu-kamu yang udah nggak tahan menahan nafsu dan takut terjerumus ke perzinahan, segeralah menikah. Seperti sabda Rasulullah saw: <i> �Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barang siapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung.� </i><b>(HR. Bukhari) </b></font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Tapi ya, kalo dirasa kamu belum memiliki kemampuan untuk menikah, maka isilah hari-harimu dengan belajar. Terutama memperdalam Islam.Lagian, dengan belajar dan fokus kepada kegiatan lain, kita jadi terpalingkan dari pikiran yang menjurus ke �situ&#8217; mulu. Oya, belajar juga bisa bikin kita punya benteng dalam menghadapi gempuran budaya Barat. Nggak percaya? Silakan dicoba. Pasti deh ketagihan en keranjingan untuk mengkaji Islam. Sebab, kalo udah tahu biasanya pengen terus tahu. Pokoknya, nggak bisa dihentikan deh. </font></p>
<p align="justify"><font color="#0000ff">Oya, jangan lupakan juga kewajiban kita belajar di sekolah atau mengasah keterampilan untuk bekal kerja. Sekaligus dengan segera menyehatkan pergaulan kita pake aturan Islam. Biar sehat en nggak terkontaminasi maksiat. Lagian kan kalo kita suka sama lawan jenis tak berarti kudu gaul bebas, Betul? </font><b><font color="#0000ff">[hafidz]</font> </b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/berrez.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/berrez.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berrez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berrez.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berrez.wordpress.com&blog=3168258&post=9&subd=berrez&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berrez.wordpress.com/2008/03/18/sudah-sehatkah-gaul-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feaaa368d44bceb556f193d89495252a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berrez</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berrez.files.wordpress.com/2008/03/imagez.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imagez.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>